Reses di Balla Parang, Muchlis A Misbah Soroti Drainase dan Nasib Posyandu Lansia

2 weeks ago 32

BeritaKotaMakassar > Metro

Jumat 13 Februari 2026 10:25 am oleh

Anggota DPRD Kota Makassar, H. Muchlis A. Misbah, melaksanakan reses di Jalan Kelapa Tiga Lorong Berkah No. 2, RT 002 RW 006, Kelurahan Balla Parang, Kecamatan Rappocini, Kamis (12/2/2026).

Anggota DPRD Kota Makassar, H. Muchlis A. Misbah, melaksanakan reses di Jalan Kelapa Tiga Lorong Berkah No. 2, RT 002 RW 006, Kelurahan Balla Parang, Kecamatan Rappocini, Kamis (12/2/2026).

MAKASSAR, BKM — Anggota DPRD Kota Makassar, H. Muchlis A. Misbah, melaksanakan kegiatan reses kedua masa persidangan kedua tahun anggaran 2025/2026, Kamis (12/2/2026) di Jalan Kelapa Tiga Lorong Berkah No. 2, RT 002 RW 006, Kelurahan Balla Parang, Kecamatan Rappocini. Kegiatan ini menjadi wadah bagi warga menyampaikan berbagai persoalan krusial di lingkungan mereka.

Dalam reses tersebut, politisi Hanura Makassar ini mengungkapkan bahwa pembangunan drainase menjadi usulan paling mendesak yang disampaikan masyarakat. Drainase yang dimaksud adalah aliran dari Sungai Saddang Baru menuju kanal, yang selama ini menjadi penyebab utama banjir di wilayah Kelurahan Balla Parang.

“Usulan paling penting hari ini adalah pembuatan drainase dari Sungai Saddang Baru ke kanal. Ini penyebab utama banjir yang sering terjadi di Balla Parang,” ujar Muchlis.

Selain persoalan banjir, warga juga menyampaikan sejumlah aspirasi lain yang masih berpusat pada infrastruktur jalan, pelayanan kesehatan, serta fasilitas sosial keagamaan. Salah satu sorotan utama adalah minimnya perhatian pemerintah kota terhadap posyandu, khususnya terkait kejelasan anggaran.

“Sampai hari ini belum ada anggaran yang jelas dari Pemerintah Kota Makassar untuk posyandu. Ini perlu menjadi perhatian serius,” tegasnya.

Muchlis juga menyoroti nasib marbut masjid yang dinilai belum tersentuh program pemerintah. Ia menyebutkan bahwa imam masjid dan pegawai sara (pemandi jenazah) sudah mendapat perhatian, namun marbut masjid masih terabaikan.

“Imam masjid dan pemandi jenazah sudah tersentuh, tapi marbut masjid belum. Ini juga menjadi bahan usulan warga hari ini,” jelasnya.

Tak kalah penting, warga juga mengusulkan penguatan posyandu lansia. Di wilayah tersebut telah terbentuk posyandu lansia yang rutin beraktivitas, namun hingga kini belum mendapat dukungan maksimal dari pemerintah kota.

“Posyandu lansia ini sudah terbentuk, bahkan rutin setiap tanggal 25. Insyaallah saya akan kawal agar bisa mendapat perhatian, termasuk dukungan program makanan bergizi bagi lansia,” kata Muchlis.

Ia berharap, seluruh aspirasi yang disampaikan warga melalui reses tersebut dapat menjadi bahan evaluasi dan ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kota Makassar.

“Semoga melalui reses ini, keluhan masyarakat bisa dihentikan dengan solusi nyata. Semua aspirasi akan kami bawa dan kawal agar benar-benar direalisasikan,” tuturnya. (ita)





Rekomendasi Untukmu


Epaper Berita Kota Makassar

Read Entire Article
Info Buruh | Perkotaan | | |