Bupati Soppeng Kehilangan Sahabat Terbaik

14 hours ago 7

BeritaKotaMakassar > Sulselbar

Rabu 29 April 2026 07:00 am oleh

KEHILANGAN -- Bupati Soppeng Suwardi Haseng mengaku kehilangan tokoh dan guru terbaiknya atas wafatnya Pung  Cambang, Selasa (28/4). Bumi Latemmamala kehilangan putra terbaiknya.

KEHILANGAN -- Bupati Soppeng Suwardi Haseng mengaku kehilangan tokoh dan guru terbaiknya atas wafatnya Pung Cambang, Selasa (28/4). Bumi Latemmamala kehilangan putra terbaiknya.

SOPPENG, BKM — Bupati Soppeng Suwardi Haseng, disalah satu captionNya ” Selamat Jalan Sahabatku, Guruku Doa Kami Selalu Menyertaimu” yang menggambarkan hati yang berat dan duka yang mendalam atas wafatnya Pung Cambang.
Menurut Suwardi, pada Selasa (28/4) Bumi Latemmamala kehilangan putra terbaiknya. Tokoh yang penuh kharismatik. Bupati Suwardi mengaku merasa kehilangan sosok yang begitu mereka hargai, sebagai sahabat , orang tua dan sekaligus sebagai guru politik yang tak tergantikan.

Suwardi Haseng menilai bahwa Pung Cambang bukan hanya sekedar tokoh politik. Beliau adalah kompas moral. Dari beliaulah mereka banyak belajar dan mendengar petuah bijak dari Nya bahwa kekuasaan itu adalah amanah, pemimpin wajib dekat dengan rakyat, dan politik harus jadi jalan pengabdian.

Olehnya jasa dan keteladanan almarhum Pung Cambang untuk Bumi Latemmamala terlalu besar untuk diukur dengan kata-kata. Jejak pengabdiannya ditanah Soppeng, tetap terus dikenang sepanjang masa, mulai DPRD Soppeng sampai pada DPRD Provinsi dan kini melahirkan generasi generasi calon pemimpin akan terus hidup.

Pung Cambang telah meninggalkan kita semua,ke tempat peristirahatan dengan tenang. Bumi Latemmamala akan selalu mengenang nya. Doa kami menyertainya. ” Semoga Allah SWT menempatkan almarhum di tempat terbaik di sisi-Nya, mengampuni segala khilaf, dan menerima seluruh amal baktinya,” ujar Suwardi.

Dalam sambutannya dalam acara pelepasan secara resmi jenazah Almarhum Pung Cambang ketempat terakhir, Suwardi menyampaikan duka cita yang mendalam. Ia menilai kepergian Pung Cambang sebagai kehilangan besar bagi masyarakat Soppeng.
“Almarhum adalah sosok yang ‘tau malabo na mabessa’—santun, bijaksana, dan selalu menjadi panutan dalam kehidupan bermasyarakat. Jasa dan pengabdiannya untuk daerah akan selalu kita kenang,” ujar Suwardi.

Isak tangis pecah saat Andi Akbar Singke dimakamkan. Lautan manusia jadi bukti kuatnya kultur ketokohan almarhum di Bumi Latemmamala. Ribuan pelayat tumpah ruah mengiringi pemakaman tokoh kharismatik Soppeng, Andi Akbar Singke alias Pung Cambang. Suasana haru menyelimuti prosesi dari rumah duka hingga ke pekuburan keluarga.

Pantauan di lokasi, sejak pagi rumah duka di Lewa Lewa Kec Liliriaja Kab Soppeng sudah dipadati pelayat. Iring-iringan jenazah mengular panjang. Hari ini Soppeng kehilangan tokoh kharismatik Nya
Sebagai tokoh yang masih kental darah biru keturunan Datu Soppeng maka prosesi pemakaman Andi Akbar Singke yang akrab di sapa Pung Cambang tetap dilakukan sesuai ade’ pangaderen. yang menandakan strata kebangsawan dan pengingat bahwa Pung Cambang bukan tokoh politik biasa. Ia adalah simpul sejarah, budaya, dan rakyat.

Dengan berpulangnya Pung Cambang, Soppeng tak hanya kehilangan politisi. Tapi Soppeng kehilangan tokoh kharismatik, dan darah biru yang memilih mengabdi untuk rakyat. (ono/D)






Rekomendasi Untukmu


Epaper Berita Kota Makassar

Read Entire Article
Info Buruh | Perkotaan | | |