Dari Aceh Hingga Papua, 8.525 Peserta Ramaikan OlympicAD VIII di Unismuh Makassar

11 hours ago 4

Dari kiri ke kanan; Ketua Majelis Dikdasmen PWM Sulawesi Selatan Prof. Erwin Akib, Ph.D., Ketua Panitia Lokal Dr. Pantja Nur Wahidin, dan Ketua Steering Committee OlympicAD VIII Prof. Dr. Baharuddin, M.Pd. Ketiganya masing-masing memegang maskot Olympicad VIII.

MAKASSAR, BKM — Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar kembali menjadi tuan rumah event berskala nasional. Kali ini kegiatan yang dihelat adalah Olimpiade Ahmad Dahlan, atau yang lebih dikenal dengan OlympicAD.

OlympicAD VIII dijadwalkan dibuka pada hari Kamis (13/2/2026) di Balai Sidang Muktamar Unismuh Makassar. Ajang berkumpulnya para pelajar Muhammadiyah dari jenjang SD, SMP, hingga SMA/SMK ini berlangsung hingga 14 Februari 2026.

Sehari menjelang pembukaan, tercatat ada 8.525 peserta dan pendamping dari berbagai provinsi di Indonesia telah terdaftar dan bersiap mengikuti kegiatan. Kepastian itu disampaikan dalam konferensi pers yang digelar di Kampus Unismuh Makassar, Rabu sore (11/2/2026).

Hadir dalam konferensi pers, Ketua Steering Committee OlympicAD VIII Prof. Dr. Baharuddin, M.Pd., Ketua Panitia Lokal Dr. Pantja Nur Wahidin, serta Ketua Majelis Dikdasmen PWM Sulawesi Selatan Prof. Erwin Akib, Ph.D.

Prof. Baharuddin menjelaskan, OlympicAD merupakan agenda dua tahunan Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah serta Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) PP Muhammadiyah. Sebelumnya, kegiatan ini digelar di Bandung, Semarang, dan Lampung. Tahun ini menjadi momentum bersejarah karena untuk pertama kalinya OlympicAD dilaksanakan di Indonesia Timur.

“Makassar dipilih sebagai tuan rumah karena animo warga Muhammadiyah di Sulawesi Selatan sangat besar. Harapan peserta juga tinggi terhadap penyelenggaraan di sini,” ujar Baharuddin.

Ia menyebutkan, pada OlympicAD VIII ini terdapat 35 cabang lomba, bertambah satu dari penyelenggaraan sebelumnya. Salah satu yang menjadi perhatian adalah program “Senam Anak Indonesia Hebat” yang dirangkaikan dalam agenda kegiatan.

Ajang Penjaringan Menuju OSN

Menurut Baharuddin, pelaksanaan OlympicAD pada Februari bukan tanpa alasan. Ajang ini menjadi bagian dari penjaringan siswa Muhammadiyah untuk dipersiapkan mengikuti kompetisi nasional seperti Olimpiade Sains Nasional (OSN).

“Ini bagian dari proses pembinaan. Setelah OlympicAD, siswa-siswa terbaik akan dipersiapkan untuk bersaing di tingkat nasional,” katanya.

Ia menambahkan, pembukaan resmi akan digelar Kamis siang sekitar pukul 13.00 Wita dan direncanakan dibuka langsung oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Haedar Nashir, didampingi jajaran pimpinan pusat.

Peserta dari 36 Provinsi

Data panitia menunjukkan total partisipan sebanyak 8.525 orang, terdiri dari 4.838 peserta lomba dan 3.687 pendamping. Mereka berasal dari 36 provinsi, dari Aceh hingga Papua. Sekitar 700–800 sekolah Muhammadiyah dari berbagai jenjang turut ambil bagian.

Prof. Erwin Akib mengungkapkan, Sulawesi Selatan menjadi provinsi dengan jumlah peserta terbanyak, yakni 1.587 orang. Disusul Jawa Tengah, Jawa Timur, dan DI Yogyakarta.

“Ini menunjukkan antusiasme yang sangat besar. Kami berharap OlympicAD tidak berhenti di sini, tetapi menjadi langkah awal untuk event regional di Sulawesi Selatan,” ujar Erwin.

Ia memperkirakan lebih dari 7000 orang akan mengikuti agenda “Senam Anak Indonesia Hebat” pada pagi hari. Kemudian dilanjutkan dengan beberapa workshop, yakni Workshop International Exchange School Muhammadiyah, Workshop Coding dan Kecerdasan Artifisial, serta Workshop Bekerja di Luar Negeri untuk Siswa SMK.

Ketua Panitia Lokal Dr. Pantja Nur Wahidin menyatakan persiapan teknis telah mencapai 80–90 persen. Arena lomba, pembukaan, hingga rangkaian kegiatan pendukung seperti seminar, workshop, dan kegiatan olahraga telah siap dilaksanakan.

“Kami ingin menjadikan OlympicAD sebagai inspirasi bagi siswa Muhammadiyah, khususnya di wilayah timur Indonesia, agar mampu bersinar dan berprestasi,” ujarnya.

Panitia juga menyiapkan fasilitas penginapan berbasis amal usaha Muhammadiyah dan sekolah-sekolah sekitar kampus. Namun, sebagian peserta memilih hotel dan penginapan secara mandiri. Tingginya jumlah peserta membuat sejumlah hotel di sekitar kampus dilaporkan telah penuh hingga beberapa hari ke depan.

Dampak Ekonomi Lokal

Lonjakan kedatangan peserta dan pendamping diperkirakan turut memberikan dampak ekonomi bagi Kota Makassar, terutama sektor perhotelan, transportasi, dan usaha kuliner.

Panitia optimistis OlympicAD VIII tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga momentum silaturahmi dan penguatan jejaring pendidikan Muhammadiyah secara nasional.

“Ini bukan sekadar lomba. Ini pertemuan anak-anak bangsa dari berbagai daerah dalam semangat persaudaraan dan prestasi,” kata Baharuddin.

OlympicAD VIII akan berlangsung hingga 14 Februari 2026 dan ditutup dengan pengumuman pemenang dari berbagai cabang lomba. Pada Olympicad dua tahun sebelumnya, Jawa Tengah menempati posisi juara umum. (*)

Read Entire Article
Info Buruh | Perkotaan | | |