![]()
Senin 18 Mei 2026 07:00 am oleh ronalyw
int Ari Ashari Ilham
MAKASSAR, BKM– Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar memberi perhatian serius terhadap meningkatnya aksi geng motor dan begal yang belakangan dinilai semakin mengancam rasa aman masyarakat. Fenomena kriminalitas jalanan yang melibatkan kelompok remaja itu disebut tidak lagi bisa dianggap persoalan biasa karena telah menimbulkan keresahan di berbagai wilayah Kota Makassar.
Ketua Komisi D Bidang Kesejahteraan Rakyat DPRD Makassar, Ari Ashari Ilham mengatakan, kondisi keamanan saat ini membutuhkan langkah cepat dan keterlibatan seluruh unsur masyarakat. Menurutnya, maraknya aksi begal dan premanisme menjadi sinyal bahwa pengawasan lingkungan harus diperkuat kembali.
“Jadi memang kita lihat, Makassar tidak dalam kondisi baik-baik saja. Banyak sekali begal, banyak sekali premanisme di jalanan yang memang harus diantisipasi mulai dari sekarang,” ungkapnya, Minggu (17/5).
Ia menilai pemerintah kota bersama aparat keamanan perlu memperkuat sistem pencegahan berbasis lingkungan. Salah satu upaya yang dinilai paling realistis ialah mengaktifkan kembali pos keamanan lingkungan atau poskamling di setiap wilayah RT dan RW.
Menurut legislator Fraksi Nasdem Makassar ini menilai, keberadaan RT/RW memiliki posisi strategis karena mereka dinilai paling memahami aktivitas dan karakter masyarakat di lingkungannya masing-masing. Dengan keterlibatan aktif aparat wilayah, potensi keterlibatan remaja dalam kelompok geng motor maupun begal dapat lebih cepat terdeteksi.
“Karena kan RT/RW ini kan ada posko-poskonya, ya kita harus melibatkan RT RW karena mereka yang paling bisa mengidentifikasi warga-warganya di wilayahnya masing-masing,” jelasnya.
Politisi dua periode DPRD Makassar itu menegaskan, deteksi dini menjadi langkah penting untuk meminimalisasi berkembangnya kelompok kriminal jalanan. Jika ditemukan indikasi adanya remaja yang terlibat dalam aktivitas mencurigakan, maka masyarakat diminta segera melaporkannya kepada aparat penegak hukum agar dapat ditangani lebih awal.
“Kalau mereka mengidentifikasi bahwa ada anak-anak yang ikut dalam rombongan begal atau dicurigai ada seperti itu, bisa dilaporkan kepada pihak yang berwajib,” ujarnya.
Ia juga mengakui bahwa aparat keamanan kerap menghadapi tantangan dalam melakukan penindakan terhadap pelaku begal karena pola pergerakan mereka yang berpindah-pindah lokasi. Karena itu, menurutnya, penguatan pengawasan di tingkat lingkungan menjadi pendekatan paling efektif dibanding hanya mengandalkan penindakan di lapangan.
“Tetapi kalau kita bisa melakukan pencegahan dari titik-titik terkecil, skop RT/RW, itu sangat bagus dan itu saya anggap bahwa itu adalah langkah yang paling konkret untuk kita melakukan pencegahan kelompok begal yang ada di Kota Makassar,”katanya.
Selain penguatan pengamanan lingkungan, ia juga meminta aparat kepolisian meningkatkan pengawasan di jalur perbatasan dan akses masuk menuju Kota Makassar. Langkah itu dinilai penting untuk mengantisipasi kemungkinan masuknya kelompok pelaku kriminal dari wilayah kabupaten sekitar.
“Ya bisa mungkin teman-teman kepolisian bisa membuat posko di pintu masuk gerbang yang mana itu bisa menghubungkan antara kabupaten lain dengan Kota Makassar,” ucapnya.
Ia menegaskan bahwa penanganan geng motor dan begal tidak dapat dibebankan hanya kepada aparat keamanan semata. Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi kunci utama untuk menciptakan rasa aman di lingkungan masing-masing.
“Mungkin itu ji langkah paling konkretnya yang pertama melibatkan masyarakat dalam pengamanan wilayah yang kedua melibatkan RT/RW untuk membuat poskamling di wilayah masing-masing agar supaya bisa diidentifikasi sejak dini,” akunya.
Senada dengan itu, anggota Komisi D DPRD Makassar, Muchlis Misbah, turut menyoroti meningkatnya aksi geng motor dan begal yang dinilai semakin mengganggu ketenteraman warga di Kota Makassar. Ia menilai persoalan tersebut tidak bisa hanya diselesaikan melalui penindakan hukum, tetapi juga membutuhkan penguatan pengawasan keluarga dan lingkungan sosial.
Menurutnya, peran orang tua menjadi faktor penting dalam mencegah anak-anak remaja terlibat dalam kelompok kriminal jalanan. Ia menilai kurangnya pengawasan terhadap aktivitas anak di luar rumah sering kali menjadi celah munculnya aksi geng motor.
“Ini bukan hanya tugas aparat keamanan, tetapi juga tanggung jawab bersama. Orang tua harus mengetahui pergaulan anak-anaknya, jangan sampai mereka terlibat dalam kelompok-kelompok yang meresahkan masyarakat,” tegasnya.
Ia juga meminta pemerintah kota bersama aparat keamanan dan tokoh masyarakat lebih aktif melakukan pembinaan kepada remaja, khususnya di wilayah yang rawan terjadi aksi kriminalitas jalanan. Menurutnya, pendekatan persuasif dan edukatif perlu diperkuat agar generasi muda tidak mudah terpengaruh lingkungan negatif.
“Kita harus memperkuat pembinaan di tingkat kelurahan dan kecamatan. Anak-anak muda ini perlu diberikan ruang kegiatan yang positif supaya energi mereka tersalurkan ke hal-hal yang bermanfaat,” katanya.
Legistator Fraksi Mulia DPRD Makassar ini menambahkan, pengaktifan kembali poskamling dan patroli lingkungan dapat menjadi langkah awal membangun rasa aman di tengah masyarakat. Ia berharap koordinasi antara warga, RT RW, dan aparat keamanan dapat berjalan lebih maksimal untuk mendeteksi potensi gangguan keamanan sejak dini.
“Kalau pengawasan lingkungan berjalan baik, tentu potensi terjadinya aksi begal maupun geng motor bisa ditekan yang paling penting sekarang adalah bagaimana semua pihak bergerak bersama menjaga keamanan Kota Makassar,” tuturnya. (ita)
Rekomendasi Untukmu

































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5399832/original/035489100_1762014180-20251101BL_Timnas_Futsal_Indonesia_Vs_Australia_5.jpg)






:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5509868/original/087496500_1771773254-20260222IQ_Dewa_United_vs_Boreo_FC-07.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511026/original/088863500_1771860265-Half-time.__MandiriTranshipxBaliUnited__Reignite.jpg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5396409/original/019889700_1761733852-20251024AA_Madura_United_vs_Persija_Jakarta-85.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479366/original/020442700_1768975667-indonesia_arena.jpg)


:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5315768/original/045151800_1755170609-20250808AA_BRI_Super_League_Persebaya_Surabaya_Vs_PSIM_Yogyakarta__26_of_75_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500137/original/026177300_1770815891-Ratchaburi_FC_vs_Persib_Bandung.jpg)