Pantauan Hilal, Kemenag:Insyaallah Iduladha di 27 Mei

5 hours ago 9

BeritaKotaMakassar > Headline

Senin 18 Mei 2026 07:00 am oleh

int
H Ali Yafid

int H Ali Yafid

MAKASSAR, BKM — Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, Ali Yafid, menggelar rukyatul hilal untuk menentukan awal bulan Dzulhijah 1447 Hijriah bersama dengan 88 titik di Indonesia, Minggu (17/5).

Untuk wilayah Sulawesi Selatan, pemantauan hilal dipusatkan di observatorium lantai 18 Menara Iqra Kampus Universitas Muhammadiyah Makassar atau Unismuh Makassar.
“Untuk Rukyatul Hilal untuk Provinsi Sulawesi Selatan dan secara nasional itu dilaksanakan pada hari Ahad tanggal 17 Mei 2026. Untuk Sulsel kami pusatkan di Universitas Muhammadiyah di Gedung Lantai 18 Unismuh Makassar,” ungkap Ali Yafid, Minggu (17/5).

Lokasi tersebut dipilih karena dinilai strategis untuk melakukan pemantauan hilal. Berdasarkan perhitungan Badan Hisab Rukyat Sulawesi Selatan bersama BMKG Wilayah IV Makassar, posisi hilal pada 17 Mei 2026 diperkirakan sudah berada di atas ufuk dan memenuhi kriteria MABIMS.
Matahari diperkirakan terbenam pada pukul 17.54.50 Wita, sementara tinggi hilal mencapai 4,32 derajat berdasarkan perhitungan BMKG Wilayah IV Makassar dan 4,20 derajat menurut Badan Hisab Rukyat Sulsel.

“Pemilihan di Unismuh sendiri Iya, karena mengingat sekarang ini musim hujan ya. Karena selama ini sebenarnya kita pilih tempat untuk pelaksanaan Rukyatul Hilal baik untuk penentuan 1 Ramadan, 1 Syawal, kemudian 1 Zulhijah ada beberapa tempat, tapi sekarang ini kita tetap memilih Unismuh sebagai tempat untuk pelaksanaan Rukyatul Hilal,” tutur Ali Yafid.

“Dari (perkiraan) Badan Hisab Rukyat Sulsel itu dengan BMKG itu hampir sama, jadi matahari terbenam pada tanggal 17 Mei itu jam 17:54 lewat 50 detik. Itu posisi tinggi bulan itu berada di posisi 4,32° untuk BMKG, dan untuk Badan Hisab Rukyat itu berada di posisi 4,20°. Ya, ini berarti untuk imkanur rukyat itu sudah berada di atas ufuk ya,” ujar Ali.
Meski demikian, penetapan resmi awal bulan Dzulhijah 1447 Hijriah tetap menunggu hasil sidang isbat yang digelar Kementerian Agama Republik Indonesia. Jika hasil rukyat sesuai dengan perhitungan, maka 1 Dzulhijah diperkirakan jatuh pada Senin, 18 Mei 2026.

Dengan demikian, Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah berpotensi dirayakan pada Rabu, 27 Mei 2026.
“Badan Hisab Rukyat itu memang sudah ditentukan bahwa 1 Zulhijah itu jatuh pada hari Senin, tanggal 18 Mei 2026. Jadi (Hari Raya Iduladha) itu berada pada hari Rabu tanggal 27 Mei 2026 ya insyaallah seperti itu,” kata Ali.

Ali Yafid menegaskan hasil rukyatul hilal dari berbagai daerah nantinya menjadi dasar pemerintah dalam menetapkan awal Dzulhijah sekaligus penentuan Hari Raya Iduladha.
“Jadi, matahari terbenam pada tanggal 17 Mei itu jam 17:54 lewat 50 detik, itu posisi tinggi bulan itu berada di posisi 4,32 untuk BMKG dan untuk Badan Hisab Rukyat itu berada di posisi 4,20 derajat. Ya, ini berarti untuk imkanur rukyat itu sudah berada di atas ufuk, sudah untuk apa, negara-negara MABIMS itu sudah terpenuhi sebetulnya, karena rata-rata 3,0 tinggi hilal dan sudut elongasinya itu 6,4 itu sudah terpenuhi insyaallah.

Itu sesuai dengan perhitungan Badan Hisab Rukyat dan BMKG. Namun demikian, kita tetap menunggu sidang isbat yang akan dilaksanakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. Potensial tanggal 27, 10 Zulhijah karena dari Badan Hisab Rukyat itu memang sudah ditentukan bahwa 1 Zulhijah itu jatuh pada tanggal 18, hari Senin tanggal 18 Mei 2026. Tapi kita tetap menunggu sidang isbat yang akan dilaksanakan oleh pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia,” tutupnya. (jun)






Rekomendasi Untukmu


Epaper Berita Kota Makassar

Read Entire Article
Info Buruh | Perkotaan | | |