Pelarian Berakhir di Surabaya, Pelaku Rudapaksa Mahasiswi Ditangkap

5 hours ago 8

BeritaKotaMakassar > Headline

Senin 18 Mei 2026 07:00 am oleh

ist
DIAMANKAN--Pelaku DR diamankan personel Polrestabes Makassar usai ditangkap di Surabaya,Sabtu (16/5).

ist DIAMANKAN--Pelaku DR diamankan personel Polrestabes Makassar usai ditangkap di Surabaya,Sabtu (16/5).

MAKASSAR, BKM–Pelarian DR (29), pelaku penyekapan dan merudapaksa terhadap seorang mahasiswi asal Kalimantan Utara (Kaltara), akhirnya berakhir. Ia ditangkap aparat kepolisian di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (16/5).‎

Pelaku diamankan tanpa perlawanan saat turun dari kapal di wilayah Surabaya. Setelah ditangkap, DR langsung diterbangkan ke Kota Makassar untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
“Ia ditangkap tanpa perlawanan saat turun dari kapal di Surabaya. Lalu, langsung diterbangkan ke Kota Makassar, malam tadi tiba,” kata Arya kepada awak media, Minggu (17/5).‎
Kasus ini bermula saat korban yang merupakan seorang mahasiswi tengah mencari pekerjaan tambahan di Makassar. Korban kemudian menemukan lowongan kerja sebagai baby sitter yang diiklankan melalui Facebook.

‎“Kronologisnya mahasiswi ini sedang mencari pekerjaan tambahan, kemudian di Facebook itu ada tawaran pekerjaan untuk menjadi baby sitter,” ujarnya.
Setelah berkomunikasi dengan pelaku, korban kemudian mendatangi rumah yang dijadikan lokasi kerja. Namun, pelaku menyampaikan bahwa pekerjaan sebagai baby sitter masih harus menunggu beberapa hari sehingga korban diminta tinggal sementara di rumah tersebut.‎

“Lalu pelaku ini membuka lowongan kerja dan setelah itu korban datang, setelah itu disampaikan lah kalau pekerjaan baby sitter ini masih menunggu beberapa hari sehingga korban ini dipekerjakan di rumah itu selama dua hari,” lanjut Arya.

‎Memasuki hari ketiga, pelaku diduga mulai melancarkan aksi bejatnya. Korban diancam menggunakan pisau cutter sebelum diperkosa di dalam kamar.
‎“Pada hari ke tiga itu pelaku masuk ke kamar dan mengancam menggunakan pisau cutter untuk memperkosa si korban sehingga korban itu disekap dan mulut serta matanya itu ditutup lakban,” ungkapnya.‎

Tak hanya sekali, korban disebut mengalami kekerasan seksual berulang kali selama disekap oleh pelaku.“Korban diperkosa beberapa kali,” tambah Arya.
‎Usai menerima laporan, polisi langsung melakukan pengejaran terhadap pelaku hingga akhirnya terdeteksi berada di Surabaya.

‎Penangkapan dilakukan melalui kerja sama lintas wilayah antara Polrestabes Makassar dengan jajaran kepolisian di Surabaya.
“Pelaku berhasil kami deteksi berada di Surabaya, dan Polrestabes Makassar bekerja sama dengan Polrestabes Surabaya, Polrestabes Tanjung Perak itu bersama-sama melakukan penyergapan dan Alhamdulillah berhasil diamankan,” tutupnya.

Kasus penyekapan dan dugaan pemerkosaan terhadap seorang mahasiswi asal Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, di Kota Makassar ini sempat menghebohkan publik.
‎Pelaku berinisial DR (29) diketahui menyewa sebuah rumah kontrakan di kawasan Perumahan Barombong, Kecamatan Tamalate, Makassar, untuk melancarkan aksi bejatnya terhadap korban. ‎
Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol. Arya Perdana, mengungkapkan rumah tersebut disewa pelaku selama tiga hari dengan tarif Rp300 ribu per hari.

‎‎Lokasi itu kemudian dijadikan tempat untuk menyekap korban setelah pelaku diduga menjerat korban menggunakan modus lowongan pekerjaan babysitter melalui media sosial.
‎“Rumah yang ditempati si pelaku itu disewa selama tiga hari dengan nominal Rp300 ribu per harinya,” ujar Arya Perdana saat memberikan keterangan kepada wartawan. ‎
Selama berada di rumah kontrakan tersebut, korban diduga mengalami kekerasan seksual berulang kali. Polisi menyebut pelaku tidak hanya melakukan pemerkosaan, tetapi juga mengambil sejumlah barang berharga milik korban.

“Pelaku ini selain daripada memperkosa korban, dia juga melakukan pencurian uang serta motor dan handphone milik korban,” lanjut Arya. ‎
‎Korban diketahui berasal dari Kabupaten Nunukan dan datang ke Makassar setelah tergiur tawaran pekerjaan dengan gaji jutaan rupiah. Namun sesampainya di Makassar, korban justru dibawa ke rumah kontrakan di kawasan Barombong dan disekap selama beberapa hari. ‎

Setelah melakukan aksinya, pelaku melarikan diri ke Surabaya, Jawa Timur. Namun keberadaannya berhasil terlacak setelah Polrestabes Makassar berkoordinasi dengan jajaran kepolisian di Surabaya dan Tanjung Perak. (jar)






Rekomendasi Untukmu


Epaper Berita Kota Makassar

Read Entire Article
Info Buruh | Perkotaan | | |