![]()
Kamis 7 Mei 2026 07:00 am oleh ronalyw
MAKASSAR, BKM — Lonjakan harga yang terjadi belakangan ini bukan disebabkan oleh kelangkaan kebutuhan pokok, melainkan kenaikan harga bahan baku kemasan plastik menyebabkan harga kebutuhan lainnya naik. Kondisi ini diperparah oleh pelemahan nilai tukar rupiah akibat faktor geopolitik global dan kenaikan harga BBM.
Dari pantauan BKM, komoditas seperti minyak goreng, gula, susu, terigu, ikan, hingga bawang di pasar tradisional kembali mengalami kenaikan, Rabu (6/5).
Kenaikan harga tersebut turut dibenarkan Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Dinas Perdagangan Sulsel, Rahayu Juita Ghalib.
“Kenaikannya 3,4 persen yang disebabkan naiknya harga kemasan plastik, tapi kelangkaannya kami tidak dapat info. Semua barang yang dikemas plastik naik karena kenaikan bahan dasar plastik dunia,” katanya.
Kenaikan harga terjadi di sejumlah swalayan dan pasar tradisional di Makassar, minyak goreng ukuran 5 liter yang biasanya seharga Rp105 ribu kini melonjak menjadi Rp116 ribu. Minyak goreng kemasan ukuran 2 liter naik dari harga Rp39 ribu menjadi Rp45 ribu. Harga gula pasir juga mengalami kenaikan dari Rp17 ribu menjadi Rp19 ribu per kilogram.
Adapun harga terigu Rp11 ribu dari harga sebelumnya Rp9 ribu per kilogram. Untuk harga daging ayam terpantau fluktuatif pada kisaran Rp55 ribu hingga Rp65 ribu per ekor.
Rahayu menjelaskan kenaikan harga juga menyasar produk lain yang menggunakan kemasan plastik. Dia menyebut kenaikan bahan dasar plastik dunia menjadi pemicu naiknya harga barang-barang tersebut di pasaran.
Meskipun terjadi kenaikan harga, Dinas Perdagangan Sulsel menjamin stok bahan pokok di pasar dan swalayan tetap tersedia. Pemerintah terus memantau harga melalui sistem pemantauan pasar kebutuhan pokok (SP2KP) di Pasar Pabaeng-baeng, Makassar.
“Kami juga khusus memantau minyak goreng kita sebagai minyak goreng subsidi untuk rakyat. 3,4 persen kenaikan minyak goreng premium, tapi Minyakita harganya masih tetap pada HET 15.700/liter,” tutup Rahayu.
Sementara itu, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa pemerintah kota tengah menyiapkan berbagai langkah intervensi guna menjaga stabilitas harga dan melindungi masyarakat dari praktik spekulasi pasar.
Menurut Munafri, kenaikan harga ini tidak hanya dipicu oleh meningkatnya permintaan menjelang hari besar keagamaan, tetapi juga oleh faktor lain seperti naiknya harga bahan pendukung, termasuk plastik yang turut memengaruhi biaya distribusi dan pengemasan.
“Makanya lagi-lagi saya minta Ketahanan Pangan untuk memastikan ada pola perbandingan harga dengan pasar murah yang kita buka di berbagai titik,” ujarnya, saat diwawancara, Rabu (6/5).
Ia menjelaskan bahwa kehadiran pasar murah menjadi instrumen penting dalam menciptakan standar harga yang wajar di tengah masyarakat.
Dengan adanya perbandingan harga yang jelas, pemerintah dapat mendeteksi apabila terjadi lonjakan harga yang tidak rasional di pasar tertentu.
Munafri juga menyoroti adanya potensi praktik permainan harga oleh pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan isu kelangkaan barang. Hal ini, menurutnya, sering kali merugikan pedagang kecil karena keuntungan justru dinikmati oleh perantara.
“Kadang ada yang memanfaatkan kelangkaan, akhirnya keuntungan itu tidak sampai ke pedagang, tapi ke orang tengah. Ini yang harus kita hilangkan,” tegasnya.
Untuk itu, Pemerintah Kota Makassar berupaya memastikan distribusi barang tetap lancar dan stok kebutuhan pokok tersedia. Intervensi yang dilakukan juga diarahkan agar pedagang bisa merasakan langsung keuntungan yang adil tanpa tekanan dari rantai distribusi yang tidak sehat. (rhm-jun)
Rekomendasi Untukmu


































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5399832/original/035489100_1762014180-20251101BL_Timnas_Futsal_Indonesia_Vs_Australia_5.jpg)






:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399029/original/098446300_1761902993-Mike_rajasa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5396409/original/019889700_1761733852-20251024AA_Madura_United_vs_Persija_Jakarta-85.jpg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5509868/original/087496500_1771773254-20260222IQ_Dewa_United_vs_Boreo_FC-07.jpg)


:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5315786/original/085108100_1755171257-20250808AA_BRI_Super_League_Persebaya_Surabaya_Vs_PSIM_Yogyakarta__32_of_75_.jpg)