![]()
Perumda Tirta Jeneberang Antisipasi Ancaman Lumut di Musim Kemarau
Jumat 8 Mei 2026 07:00 am oleh ronalyw
BKM/SAR Plt Dirut Perumda AMTJ, Irianto Razak.
GOWA, BKM — Elnino adalah sebuah fenomena suhu panas di atas rata-rata normal yang mengakibatkan perubahan pola cuaca dan membuat musim kemarau lebih panjang. Kondisi ini sangat berdampak salah satunya adalah krisis kekeringan.
Terkait krisis kekeringan, jelas bisa membawa sejumlah pengaruh buruk, baik pada sektor pertanian, krisis air baku hingga risiko kebakaran. Elnino berdampak pada kekeringan tingkat tinggi.
Dampaknya bisa mempengaruhi berbagai sektor, salah satunya adalah ketersediaan air baku bagi Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Jeneberang (Perumda AMTJ) Kabupaten Gowa.
Meski pihak Perumda menilai kondisi Elnino saat ini masih dalam batas wajar, namun diakui bisa menjadi ancaman jika kondisinya terus meningkat.
Menyikapi kondisi ini, Perumda Air Minum Tirta Jeneberang mencari cara agar kondisi air baku tetap terpenuhi dan kualitasnya tetap terjaga.
Di musim kemarau tumbuhan eceng gondok menyebar di sungai Jeneberang yang merupakan salah satu sumber air baku bagi Perumda AMTJ.
Terik matahari yang cukup tinggi mengakibatkan eceng gondok menjadi penyerta menjamurnya ganggang hijau dan lumut dalam sungai.
Dengan kondisi menjamurnya lumut dan ganggang tentu akan membuat air di sungai menjadi hijau. Jika air baku menjadi hijau maka akan menimbulkan bau busuk. Jika air berwarna hijau dan berbau maka itu potensi membuat air baku yang akan diolah oleh Perumda berkualitas buruk.
”Iya potensi menjamurnya eceng gondok dalam sungai Jeneberang akan melahirkan banyak lumut dan ganggang hijau yang merupakan hasil permentasi dari paparan sinar matahari ke air sungai yang cukup tinggi. Jika air baku hijau dan berbau maka akan membuat kami (Perumda) kesulitan mengolah menjadi air bersih. Semoga kondisi ini tidak berlarut. Beruntung dua hari lalu, hujan turun deras dan mengiring eceng gondok bergerak ke hilir, itu pertanda air baku kita aman dalam ancaman lumut dan ganggang hijau,” kata Plt Dirut Perumda AMTJ Kabupaten Gowa, Irianto Razak, saat ditemui di ruang kerjanya pada Rabu, 6 Mei 2026.
Irianto Razak mengatakan, sejak musim kemarau merebak, pihaknya terus melakukan pemantauan rutin kondisi cuaca khususnya di hulu. Sinergi dengan BMKG pun aktif dilakukan untuk mendapatkan update cuaca selama sepekan.
”Kami komitmen dan konsisten menjaga kualitas produksi air kami. Karena itu koordinasi aktif dengan BMKG terus terjalin untuk mengetahui kondisi cuaca. Memang kualitas air kita tergantung cuaca. Kalau musim hujan potensi kekeruhan (NTU) akan tinggi karena sedimen lumpur menjadi besar. sedang kan pada musim kemarau potensi air baku menjadi hijau dan berbau karena dampak panas terik matahari akan menyuburkan lumut dan ganggang hijau dibawah eceng gondok. Semua kondisi cuaca ini potensi risiko terhadap kualitas air baku,” jelas Plt Dirut yang juga masih menjadi Direktur Teknik pada Perumda AMTJ ini.
Irianto Razak berharap musim kemarau ini tidak panjang. Sehingga kondisi air baku juga stabil dari gangguan apapun.
”Kami sudah koordinasi dengan pihak Balai untuk antisipasi suburnya eceng gondok dan tanaman air lainnya yang bisa menjadikan air berubah warna menjadi hijau karena sinar matahari. Semua kondisi cuaca ada risikonya,” ucap Ketua FKPPI Kabupaten Gowa ini.
Namun ditanya seberapa jauh tingkat risiko yang bisa dialami Perumda, Irianto menegaskan untuk sementara kondisi air baku masih aman dan stabil.
”Sebenarnya, untuk sementara persoalan Elnino ini tidak terlalu terdampak signifikan. Namun apapun kendalanya, hambatannya, kami tetap bertanggung jawab penuh menjaga produksi air agar sehat untuk dikonsumsi. Kami sudah komitmen dan tetap konsisten menjaga kualitas air yang merupakan kualitas layanan prima sesuai motto Perumda AMTJ,” sebutnya.
Sementara terkait tingkat kekeruhan saat ini, menurut Irianto Razak masih dalam batas kewajaran atau normal.
”Saat ini NTU (Nephelometric Turbidity Unit) atau tingkat kekeruhan, Alhamdulillah masih batas-batas kewajaran atau normal. NTU kita masih pada angka 80-90 NTU. Tingkat kekeruhan pada sumber air baku kita masih dalam kondisi normal. Yang jelas kami komitmen menjaga kualitas air untuk masyarakat,” tambah Irianto Razak. (sar)
Rekomendasi Untukmu

































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5399832/original/035489100_1762014180-20251101BL_Timnas_Futsal_Indonesia_Vs_Australia_5.jpg)






:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5396409/original/019889700_1761733852-20251024AA_Madura_United_vs_Persija_Jakarta-85.jpg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5509868/original/087496500_1771773254-20260222IQ_Dewa_United_vs_Boreo_FC-07.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511026/original/088863500_1771860265-Half-time.__MandiriTranshipxBaliUnited__Reignite.jpg)