Setahun Mulia Pimpin Makassar, Kepuasan Masyarakat Tembus 80,1 Persen

12 hours ago 10

Direktur PPI, Ras MD merilis hasil temuan dan analisis survei setahun kepemimpinan Mulia, Kamis (19/2/2026) di Hotel Mercure Makassar, Jalan AP Petta Rani.

MAKASSAR, BKM – Parameter Publik Indonesia (PPI) merilis hasil temuan dan analisis survei setahun kepemimpinan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham, Kamis (19/2/2026) di Hotel Mercure Makassar, Jalan AP Petta Rani.

Seperti diketahui, pada Jumat (20/2/2026), pasangan dengan akronim Mulia genap setahun memimpin Kota Makassar.

Direktur PPI, Ras MD, menjelaskan survei dilakukan secara independen untuk menguji realisasi tujuh program prioritas Mulia, respons publik terhadap kebijakan strategis, hingga tingkat kepuasan (approval rating) masyarakat.

“Dalam survei ini kami memotret sejauh mana tujuh program prioritas telah terealisasi, bagaimana respons publik, serta bagaimana persepsi masyarakat terhadap sejumlah kebijakan penertiban yang belakangan menjadi perbincangan,” ujarnya.

Survei dilaksanakan pada 5–14 Februari 2026 dengan melibatkan 600 responden yang tersebar di 15 kecamatan di Kota Makassar. Margin of error tercatat 4,08 persen dengan tingkat kepercayaan di atas 95 persen.

Dari sisi demografi, komposisi responden relatif berimbang antara laki-laki dan perempuan. Mayoritas responden beragama Islam (di atas 95 persen), dengan sebaran usia, profesi, dan tingkat pendidikan yang merepresentasikan kondisi masyarakat Kota Makassar.

“Pengumpulan hingga pengolahan data memakan waktu sekitar 9–10 hari. Jadi datanya masih sangat hangat,” jelas Ras MD.

PPI menguji persepsi publik terhadap empat aspek kehidupan sosial di Makassar, diantaranya Kondisi politik, sebanyak 73 persen responden menilai situasi politik di Makassar dalam kondisi baik.

Keadaan ekonomi, sebanyak 61,7 persen menilai kondisi ekonomi baik. Namun, 31,7 persen menilai ekonomi dalam kategori buruk—menjadi catatan penting bagi pemerintah.

Keamanan, di atas 70 persen responden menyatakan kondisi keamanan baik, sementara 24,3 persen menilai buruk.

Penegakan hukum (supremasi hukum), lebih dari 74 persen menilai baik, dan 15,8 persen menyatakan buruk.

“Secara umum empat aspek ini berada dalam kategori baik. Namun, persepsi negatif terhadap ekonomi yang menembus 30 persen harus menjadi perhatian serius,” tegas Ras.

Saat ditanya soal masalah paling penting di Makassar saat ini, 49,5 persen responden menjawab persoalan ekonomi. Disusul keamanan (9,8 persen), pelayanan masyarakat (7,8 persen), infrastruktur (7,3 persen), lingkungan (7 persen), kesehatan dan pendidikan (di bawah 5 persen).

Jika dirinci lebih spesifik, tiga persoalan utama yang dirasakan warga adalah harga kebutuhan pokok mahal (35,2 persen), sulit mencari lapangan kerja (16,7 persen), dan banjir (15,3 persen).

Salah satu temuan paling mencolok adalah tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Munafri–Aliyah yang mencapai 80,1 persen.

Artinya, dari 10 warga, sekitar 8 orang menyatakan puas terhadap kinerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar.

“Angka 80,1 persen ini tergolong sangat tinggi jika dibandingkan tren di sejumlah daerah lain di Indonesia,” ungkap Ras.

Kepuasan tersebut merata di seluruh segmen Usia: Gen Z, milenial, Gen X hingga lansia (di atas 75 persen puas di tiap segmen.

Menurut PPI, kondisi ini menjadi modal politik dan sosial yang kuat bagi kepemimpinan Mulia ke depan. (rhm)

Read Entire Article
Info Buruh | Perkotaan | | |