Cegah Pencemaran Tambak, Prodi MSP Unhas Edukasi Warga Jeneponto Ubah Limbah Organik Jadi Pupuk dan Pakan

3 hours ago 3

BeritaKotaMakassar > Gojentakmapan

Selasa 5 Mei 2026 18:44 pm oleh

Tim akademisi Unhas foto bersama usai kegiatan PKM di Kelurahan Empoang, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Sabtu (2/5/2026).

Tim akademisi Unhas foto bersama usai kegiatan PKM di Kelurahan Empoang, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Sabtu (2/5/2026).

JENEPONTO, BKM — Masalah limbah organik di kawasan pesisir sering kali menjadi ancaman serius bagi kelangsungan budidaya perikanan. Merespons hal tersebut, Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan (MSP) Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Hasanuddin (Unhas) turun tangan memberikan edukasi kepada masyarakat melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM).

Kegiatan PKM ini dilaksanakan di Kelurahan Empoang Selatan, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Sabtu (2/5/2026). Edukasi lingkungan ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat setempat. Acara ini dihadiri langsung oleh Ketua Prodi MSP Unhas, Dr. Ir. Sri Wahyuni Rahim, S.T., beserta tim dosen, dan diikuti oleh sekitar 30 warga pesisir.
Menariknya, kegiatan ini juga dihadiri oleh tokoh masyarakat setempat sekaligus Bupati Jeneponto periode 2013–2023, Drs. H. Ikhsan Iskandar, M.Si., serta Lurah Empoang Utara, yang turut memberikan sambutan setelah acara dibuka secara resmi oleh perwakilan dosen MSP, Prof. Dr. Ir. Sharifuddin Bin Andy Omar, M.Sc.

Kawasan Empoang Selatan sendiri dikenal sebagai wilayah semi-perkotaan yang berdampingan langsung dengan aktivitas pesisir, khususnya budidaya tambak air payau.

Dr. Ir. Basse Siang Parawansa, M.P., yang hadir sebagai narasumber utama, menyoroti betapa berbahayanya akumulasi limbah di kawasan tersebut. Ia memaparkan bahwa limbah rumah tangga yang langsung dibuang ke saluran air dapat memicu eutrofikasi atau ledakan populasi alga yang mengancam suplai oksigen ikan.

Tak hanya itu, penumpukan sisa pakan di dasar tambak juga berpotensi menghasilkan gas beracun mematikan seperti amonia dan hidrogen sulfida.

Untuk mengatasi ancaman tersebut, Dr. Basse membagikan tiga jurus jitu yang produktif dan ramah lingkungan. Solusi tersebut meliputi praktik biokonversi menggunakan maggot Black Soldier Fly (BSF) untuk mengurai sampah sisa makanan menjadi biomassa bernilai protein tinggi sebagai pakan ikan alternatif.

Selain itu, warga juga diajarkan cara mengubah limbah basah rumah tangga menjadi Pupuk Organik Cair (POC) melalui proses fermentasi selama 14-21 hari, yang berguna untuk menyuburkan plankton di tambak maupun tanaman pesisir.

Terakhir, narasumber juga mengenalkan teknik bioremediasi, yakni penebaran probiotik di perairan untuk menetralisir gas beracun secara alami.

Pemaparan materi yang aplikatif ini memantik antusiasme tinggi dari para peserta. Sesi tanya jawab berlangsung hidup, salah satunya datang dari Novianti, seorang ibu-ibu yang sangat penasaran dan menggali lebih dalam mengenai takaran serta tahapan pembuatan POC skala rumah tangga.

Edukasi yang diharapkan mampu menekan biaya pakan sekaligus menjaga kelestarian ekosistem tambak ini pun berjalan sukses. Rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama antara tim akademisi Unhas, tokoh masyarakat, dan warga setempat dengan semangat baru untuk mewujudkan pesisir Jeneponto yang lebih bersih dan berdaya guna. (*)





Rekomendasi Untukmu


Epaper Berita Kota Makassar

Read Entire Article
Info Buruh | Perkotaan | | |