Mahasiswa Magang Penmas UNM Pelatihan Bedah Buku di SRMA 26 Makassar

13 hours ago 12

Narasumber, mahasiswa magang, pamong magang, dan pengurus perpustakaan foto bersama usai kegiatan.

MAKASSAR, BKM – Tujuh Mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM), Fakultas Ilmu Pendidikan, Jurusan Pendidikan Masyarakat yang merupakan Mahasiswa Magang Merdeka melaksanakan kegiatan magang di SRMA 26 Makassar di Jalan Perintis Kemerdekaan Km 9.

Ketujuh mahasiswa tersebut adalah Yuliandini, Nurfadillah, Nurtasam, Andi Aulia Suci Ramadhani, Safira Zifa Lihawa, Nurfaizah, dan Agiskha Tri Andara.

Selama kegiatan magang mereka dibimbing oleh dosen pembimbing, Dr. Rudi Amir, M.Pd. dan Dr. A. Ibrahim, M.Pd.

Dua dosen pembimbing ini memberikan arahan serta pendampingan akademik kepada mahasiswa selama kegiatan magang.

Beberapa program yang telah terlaksana salah satunya yaitu bedah buku sebagai upaya meningkatkan minat baca dan budaya literasi siswa.

Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada membaca, tetapi juga mendorong siswa untuk memahami, menganalisis, serta mengemukakan pendapat terhadap isi buku yang dibahas.

Sebelum pelaksanaan kegiatan, mahasiswa magang terlebih dahulu memfasilitasi pelatihan mengenai tata cara membedah buku yang baik dan benar kepada pengurus perpustakaan.

Pelatihan ini menghadirkan narasumber dari luar. Sehingga pengurus perpustakaan memperoleh bekal pengetahuan dan keterampilan dalam menyampaikan isi buku secara sistematis, menarik, dan mudah dipahami oleh peserta. Kegiatan dihadiri sebanyak 20 orang pengurus perpustakaan.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa magang berperan sebagai fasilitator yang mengatur jalannya kegiatan. Sementara pengurus perpustakaan bertindak sebagai pembedah buku yang memaparkan isi buku, mulai dari ringkasan, pesan moral, hingga nilai-nilai penting yang terkandung di dalamnya.

Kegiatan ini juga diisi dengan sesi diskusi interaktif, di mana siswa diberikan kesempatan untuk bertanya, menyampaikan pendapat, serta berbagi pandangan terkait buku yang dibahas.

Pada sesi pertama, kegiatan pelatihan bedah buku terlebih dahulu dibuka oleh MC dan menjelaskan secara singkat tentang topik yang akan dibahas lebih lanjut oleh narasumber.

Selanjutnya, narasumber memaparkan materi serta memberikan pemahaman dasar mengenai konsep bedah buku, tujuan kegiatan, langkah-langkah serta manfaat bedah buku bagi siswa.

Di sela-sela penyampaian materi, narasumber juga memberikan sesi ice breaking guna menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif dan menyenangkan. Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan fokus serta semangat peserta selama mengikuti pelatihan bedah buku.

foto: dokumentasi mahasiswa magang.
Narasumber Muh. Fadli memaparkan materi terkait pelatihan bedah buku.

Narasumber juga memberikan berbagai tips untuk menjadi pembicara bedah buku yang baik, seperti cara menyampaikan materi dengan jelas, menarik, dan komunikatif.

Selain itu, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung, di mana beberapa siswa diminta untuk maju ke depan dan mencoba menerapkan tahapan membedah buku yang telah dijelaskan, dimulai dari tahap mengenal buku hingga menyampaikan isi secara sederhana.

Tahap terakhir adalah evaluasi dan umpan balik, di mana narasumber memberikan masukan terhadap hasil praktik peserta, baik dari segi isi, cara penyampaian, maupun kejelasan penjelasan.

Kegiatan ini ditutup dengan refleksi bersama guna memperkuat pemahaman peserta terhadap materi yang telah diberikan.

Pamong Magang sekaligus Pembina Perpustakaan, Mutmainnah Syam, S.Pd., Gr.), memberikan apresiasi terhadap kegiatan ini.

Dia menyebutkan bahwa program tersebut sejalan dengan upaya sekolah untuk mewujudkan budaya literasi yang aktif, kreatif, dan berkelanjutan di lingkungan SRMA 26 Makassar.

“Saya sebagai pembina bangga karena pengurus perpustakaan mendapatkan pelatihan yang mungkin tidak semua orang bisa dapatkan, ” kata Mutmainnah, Sabtu (16/5/2026).

Sehingga, menurutnya, hal ini menjadi tanggung jawab pengurus untuk bisa memberikan dampak kepada siswa di sekolah dengan menjadi narasumber pembedah dengan buku yang ada di perpustakaan dengan harapan agar seluruh siswa bisa tertarik untuk masuk di perpustakaan membaca buku yg telah di bedah atau buku lainnya.

“Literasi bukan hanya tentang membaca buku, tetapi tentang membuka wawasan, melatih keberanian berpikir, serta membangun kemampuan untuk menyampaikan gagasan kepada orang lain,” lanjutnya.

Melalui kegiatan pelatihan bedah buku ini, ia berharap semangat membaca dan budaya literasi di lingkungan SRMA 26 Makassar terus tumbuh, sehingga siswa tidak hanya menjadi pembaca yang baik, tetapi juga generasi yang kritis, kreatif, dan berani menyuarakan pemikirannya. (rls)

Read Entire Article
Info Buruh | Perkotaan | | |