Buka Rakor di Makassar, Dirjen Dikti Tekankan Tiga Arah Utama Penguatan Pendidikan Maritim Indonesia

6 hours ago 4

Dirjen Dikti Kemendikti Saintek Prof. Dr. Khairul Munadi (empat dari kanan), Staf Khusus Menteri Bidang Jejaring Industri dan Kerja Sama Luar Negeri Kemendiktisaintek Oki Earlivan Sampurno (dua dari kanan), Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah IX Sulawesi Dr. Andi Lukman (kiri), Direktur Pilimarim AMI Makassar Dr. Amrin (tengah) foto bersama narasumber, moderator Capt. Indra Priyatna (kanan) serta pejabat lainnya usai sesi panel pada Rakor Pimpinan Perguruan Tinggi Maritim Indonesia di Hotel Claro, Makassar, Jumat (24/4/2026).

MAKASSAR, BKM — Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) menegaskan pentingnya transformasi pendidikan maritim nasional agar tidak lagi berjalan secara terpisah dari ekosistemnya.

Ke depan, pendidikan maritim harus terintegrasi dengan kebutuhan industri global serta didukung oleh penguatan kapasitas sumber daya manusia.

”Yang kita bangun bukan hanya lulusan, tetapi manusia yang mampu bersaing di level global,” ujar Direktur Jenderal (Dirjen) Dikti, Prof. Dr. Khairul Munadi, S.T., M.Eng. pada pembukaan Rapat Koordinasi Pimpinan Perguruan Tinggi Maritim Indonesia di Hotel Claro, Makassar, Jumat (24/4/2026).

Di bagian lain penjelasannya, Khairul Munadi menekankan tiga arah utama penguatan pendidikan maritim. Pertama, peningkatan relevansi kurikulum dengan kebutuhan industri global. Kedua, penguatan pengalaman praktis mahasiswa melalui keterlibatan langsung di dunia kerja. Ketiga, peningkatan daya tahan lulusan, terutama dalam aspek komunikasi dan profesionalisme global.

Dalam konteks tersebut, pemerintah mendorong pembentukan forum perguruan tinggi maritim Indonesia. Forum ini diharapkan menjadi wadah konsolidasi nasional yang mampu menyatukan berbagai inisiatif pendidikan maritim yang selama ini berjalan secara parsial.

“Forum ini bukan hanya ruang diskusi, tetapi akselerator yang mempertemukan berbagai kekuatan agar bergerak dalam satu arah yang lebih berdampak,” kata Khairul.

Ia menjelaskan, pembentukan forum ini juga menjadi bagian dari langkah strategis Indonesia dalam menghadapi berbagai kerja sama maritim internasional.

Pengalaman pemerintah dalam forum global sebelumnya menunjukkan bahwa peluang kerja sama cukup besar, namun belum dimanfaatkan secara optimal akibat kurangnya persiapan yang matang.

Khairul menyinggung keterlibatannya dalam delegasi Indonesia pada forum maritim internasional beberapa waktu lalu. Dari pertemuan tersebut, menurut dia, banyak peluang kerja sama di sektor logistik dan pengembangan sumber daya manusia yang sebenarnya dapat dimanfaatkan oleh perguruan tinggi maritim di Indonesia.

“Sayangnya, pada pertemuan Februari lalu, kita belum cukup siap. Banyak peluang yang belum bisa kita wujudkan dalam waktu dekat,” ujarnya.

Karena itu, ia menilai konsolidasi antarperguruan tinggi dan industri menjadi langkah mendesak. Kolaborasi yang erat dinilai mampu memperkuat kesiapan Indonesia dalam menangkap peluang global, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia maritim.

Lebih jauh, Khairul berharap forum yang akan dibentuk ini tidak hanya berorientasi ke dalam, tetapi juga menjadi fondasi penting bagi posisi Indonesia dalam kerja sama global.

Forum tersebut diharapkan dapat menjalankan tiga fungsi utama: sebagai ruang koordinasi strategis antar pimpinan perguruan tinggi, penguat sinergi dan diskusi, serta akselerator peningkatan kualitas dan relevansi pendidikan maritim nasional.

Selain itu, forum ini diharapkan mampu menghadirkan dampak nyata, terutama dalam menghasilkan lulusan yang terserap di dunia kerja dan diakui secara global. Lulusan perguruan tinggi maritim juga diharapkan menjadi mitra strategis dalam penguatan ekonomi maritim nasional.

Dalam rapat tersebut, pemerintah juga mendorong terciptanya kesepahaman bersama terkait arah pengembangan pendidikan maritim. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri menjadi kunci, termasuk dalam berbagi praktik terbaik dan merumuskan langkah konkret yang dapat segera diimplementasikan.

Khairul menutup sambutannya dengan menegaskan bahwa kekuatan maritim Indonesia tidak hanya terletak pada luasnya wilayah laut, tetapi juga pada kualitas manusianya.

“Kita pastikan lulusan maritim Indonesia tidak hanya siap bekerja, tetapi juga siap memimpin dan menempatkan Indonesia sebagai kekuatan maritim dunia,” kata dia.

Rapat koordinasi pimpinan perguruan tinggi maritim Indonesia itu secara resmi dibuka pada Jumat, 24 April 2026, sebagai langkah awal konsolidasi nasional menuju penguatan ekosistem pendidikan maritim yang lebih terintegrasi dan berdaya saing global.

Rakor dihadiri para pimpinan perguruan tinggi maritim se-Indonesia. Politeknik Maritim (Polimarim) AMI Makassar didapuk menjadi tuan rumah.

Staf Khusus Menteri Bidang Jejaring Industri dan Kerja Sama Luar Negeri Kemendiktisaintek, Oki Earlivan Sampurno, S.Mn., M.B.A., M.Sc., Ph.D. memberi apresiasi terhadap Polimarim AMI Makassar yang menjadi bagian dari suksesnya pelaksanaan rakor ini.

”Dari diskusi saya dengan Pak Direktur (Polimarim AMI), kampus ini merupakan yang terbaik di Indonesia. Termasuk dengan alumninya yang langsung terserap di dunia kerja. Bahkan ada diantaranya yang belum wisuda sudah bekerja,” ujar Oki Earlivan.

Dalam kesempatan itu, Direktur Polimarim AMI Makassar, Dr. Ir. H. Amrin, S.E., S.T., M.M., M.A.P., CRP., IQA. menyampaikan terima kasihnya kepada Dirjen Dikti yang telah memilih Makassar sebagai tempat pelaksanaan rakor dan mempercayakan Polimarim AMI sebagai tuan rumah.

”Semoga rakor yang dilaksanakan ini bisa membawa dampak positif terhadap perkembangan perguruan tinggi maritim di Indonesia,” ujar Amrin. (*)

Read Entire Article
Info Buruh | Perkotaan | | |