![]()
Jumat 24 April 2026 07:00 am oleh ronalyw
MAKASSAR, BKM — Aparat gabungan melakukan pengamanan dan penertiban pedagang kaki lima (PKL) di wilayah Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, Kamis (23/4).
Dalam operasi tersebut, sebanyak 60 lapak milik pedagang dibongkar karena berdiri di atas fasilitas umum. Untuk mempercepat proses penertiban, petugas menurunkan tiga unit alat berat guna mengeksekusi pembongkaran di lokasi.
Penertiban ini melibatkan sejumlah unsur, di antaranya Satpol PP Provinsi, TNI, Polri, Pemerintah Kecamatan Bontoala, serta instansi terkait lainnya. Kehadiran aparat gabungan memastikan kegiatan berjalan aman dan kondusif tanpa adanya gangguan berarti.
Kepala Dinas Satpol PP Makassar, Hasanuddin, mengatakan penertiban dilakukan untuk mengembalikan fungsi fasilitas umum yang selama ini digunakan tidak semestinya.
“Penertiban ini kami lakukan sebagai upaya mengembalikan fungsi fasilitas umum. Kami juga sudah melakukan sosialisasi sebelumnya kepada para pedagang,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihaknya tetap mengedepankan pendekatan humanis dalam proses penertiban, namun tetap tegas terhadap pelanggaran aturan.
“Kami berharap para PKL dapat memahami bahwa kawasan ini harus tertib dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat, khususnya di sekitar lingkungan sekolah,” tambahnya.
Sementara itu, Camat Bontoala, Fataullah, saat dikonfirmasi BKM pada Kamis sore (23/4), mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai upaya persuasif sebelum pembongkaran dilakukan.
“Kami sudah melakukan surat peneguran satu sampai tiga. Namun tetap diindahkan, bahkan kami juga sudah berdialog ke para PKL namun tetap tidak ada titik temu, maka dari itu kami dengan berat hati harus bongkar,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa keberadaan PKL di lokasi tersebut sudah beragam dan sebagian bahkan menetap. “Para PKL ini bermacam-macam, ada yang berjualan, ada bengkel, warkop dan bahkan sudah ada yang tinggal permanen di situ,” tambahnya.
Ia menyebutkan, jumlah lapak di lokasi tersebut mencapai lebih dari 60 unit, dengan sekitar 40 lapak di antaranya aktif digunakan oleh pedagang.
“Alhamdulillah, tidak ada perlawanan maupun protes dari pemilik lapak. Justru kami disambut dengan baik. Ini menunjukkan adanya kesadaran dan kemauan untuk bersinergi dengan pemerintah,” tambah Fataullah.
Pihak kecamatan menyebutkan bahwa penertiban berlangsung lancar berkat kerja sama yang solid antar instansi. Pemerintah berharap langkah ini dapat menciptakan ketertiban kawasan sekaligus mengembalikan fungsi fasilitas umum sebagaimana mestinya.(jar)
Rekomendasi Untukmu



































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5399832/original/035489100_1762014180-20251101BL_Timnas_Futsal_Indonesia_Vs_Australia_5.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4516790/original/057219800_1690459575-Persib_Bandung_-_Iluistrasi_Bojan_Hodak_copy.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5372643/original/016081500_1759748598-1000224761.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5457387/original/034194000_1766999273-1000741676.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429808/original/054554400_1764645012-000_32X43LN.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429809/original/092733700_1764645012-000_32RQ793.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/792768/original/038925300_1420803645-000_DV1560744.jpg)




:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5145677/original/009587200_1740728790-20250228BL_HTS_Ratu_Tisha_20.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5342854/original/002615400_1757402192-barba.jpg)
