Dewan Dorong Penambahan Puskesmas di Kecamatan

13 hours ago 11

BeritaKotaMakassar > Sulselbar

Jumat 24 April 2026 07:00 am oleh

Dewan Dorong Penambahan Puskesmas di Kecamatan

MAKASSAR, BKM — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar mengapresiasi perkembangan layanan kesehatan yang dinilai terus mengalami peningkatan.Hanya saja, dewan meminta penguatan pada aspek pemerataan dan respons layanan di tingkat masyarakat.

Ketua Komisi D Bidang Kesejahteraan Rakyat DPRD Makassar, Ari Ashari Ilham mengatakan, Pemerintah Kota Makassar telah menunjukkan komitmen serius dalam meningkatkan kualitas fasilitas kesehatan, khususnya di RSUD Daya yang berada di Kecamatan Biringkanaya. Menurutnya, rumah sakit tersebut kini telah memiliki peralatan medis yang tergolong lengkap, bahkan beberapa di antaranya belum dimiliki oleh rumah sakit lain di Makassar.
“Ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan. RSUD Daya sudah berkembang cukup pesat dari sisi fasilitas maupun kesiapan layanan medis,” ungkapnya, Kamis (23/4).

Namun demikian, legislator Fraksi Nasdem Makassar ini menekankan bahwa, peningkatan fasilitas harus diikuti dengan pemerataan akses layanan agar dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, tidak hanya terpusat di fasilitas tertentu.

” Karena memang tidak boleh lagi ada rumah sakit saat ini yang menolak pasien kalau itu sifatnya urgent. Kami juga memberikan wewenang ke dinkes ini untuk mengajukan pembangunan puskesmas, karena ada beberapa wilayah yang memang masih sulit mendapatkan pelayanan kesehatan atau wilayah blackspot,” jelasnya.
“Nanti kami akan tinjau dan lihat kira-kira itu akan membutuhkan berapa anggaran untuk membangun puskesmas baru. Kalau jumlah 47 puskesmas kita di 15 kecamatan ini memang sudah cukup sebenarnya karena itu hanya melayani pelayanan dasar, yang dibutuhkan ini memang RS. Nah RS Ujungpadang ini sementara berproses saat ini sudah 60 persen dengan anggaran yang kami berikan Rp50 milliar, semoga ini segera selesai,” tambahnya.

Sementara itu, anggota DPRD Makassar lainnya, Adi Akabr, menyoroti pelaksanaan program Home Care yang menjadi salah satu inovasi layanan kesehatan Pemerintah Kota Makassar. Menurutnya, program tersebut sangat membantu masyarakat karena menghadirkan layanan kesehatan langsung ke rumah warga melalui mobil medis yang dilengkapi tenaga kesehatan, termasuk dokter.
“Program Home Care ini sangat baik karena mendekatkan layanan ke masyarakat. Setiap unit sudah dilengkapi dokter, sehingga penanganan bisa lebih cepat tanpa harus ke fasilitas kesehatan,” jelasnya.

Meski begitu, Ia mengakui bahwa sebelumnya keterbatasan armada sempat menjadi kendala utama, sehingga menyebabkan antrean layanan di sejumlah wilayah. “Memang dulu kendalanya ada pada jumlah armada, tidak semua puskesmas memiliki layanan ini, sehingga masyarakat harus menunggu. Tapi sekarang responsnya sudah jauh lebih cepat, apalagi kalau jadwal tidak padat,” katanya.
Ia juga menilai, kecepatan respons layanan saat ini mulai menunjukkan perbaikan signifikan seiring dengan penambahan armada dan penataan sistem layanan. Dari sisi kebijakan, Ia mendorong agar pemerintah kota tidak terburu-buru menambah regulasi baru, melainkan fokus pada optimalisasi aturan yang sudah ada.

Ia menegaskan, masih banyak regulasi di sektor kesehatan yang relevan namun belum dijalankan secara maksimal di lapangan. “Yang terpenting sekarang bukan menambah perda baru, tetapi memastikan regulasi yang ada benar-benar dijalankan dengan baik dan konsisten,” tegasnya.

Ia pun menilai, penguatan implementasi kebijakan serta pengawasan yang lebih ketat menjadi kunci dalam memastikan pelayanan kesehatan di Makassar semakin efektif, merata, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. (ita)






Rekomendasi Untukmu


Epaper Berita Kota Makassar

Read Entire Article
Info Buruh | Perkotaan | | |