![]()
Kamis 30 April 2026 07:00 am oleh ronalyw
int Fakhrurozi
MAKASSAR, BKM — Perum Bulog Kantor Wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat mengusulkan pembangunan 11 gudang baru ke pusat. Langkah itu guna memastikan penyerapan hasil produksi petani yang lebih maksimal.
Kepala Kantor Wilayah Perum Bulog Sulselbar, Fakhrurozi, mengungkapkan bahwa program tersebut bagian dari target pembangunan 100 gudang baru se-Indonesia, memiliki total anggaran sekitar Rp5 triliun dan bertujuan memperkuat kapasitas penyimpanan pangan nasional.
“Secara nasional direncanakan ada 100 titik pembangunan gudang. Untuk wilayah Sulawesi Selatan sendiri, kami mengusulkan 11 titik,” ujar Fakhrurozi.
Dari 11 lokasi tersebut, sebanyak delapan titik telah dipastikan karena berada di atas lahan milik Bulog. Lahan tersebut saat ini tersebar di beberapa cabang dan akan dioptimalkan dengan pembangunan gudang tambahan guna meningkatkan kapasitas penyimpanan. Diantaranya di Kabupaten Palopo, Bulukumba, Luwu, Pirnang, Bone, Wajo, dan dua di Parepare.
Sementara itu, tiga lokasi lainnya masih dalam proses pengajuan melalui skema hibah dari pemerintah daerah, yakni di Kabupaten Mamasa, Kabupaten Kepulauan Selayar, dan Kabupaten Bone.
Menurut Fakhrurozi, penambahan gudang ini menjadi kebutuhan mendesak mengingat tingginya stok beras Bulog saat ini. Selain itu, langkah ini juga ditujukan untuk mengoptimalkan penyerapan hasil panen petani pada tahun 2027.
“Dengan tambahan gudang, kapasitas penyimpanan akan meningkat sehingga penyerapan gabah dan beras petani bisa lebih maksimal,” jelasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya pembangunan gudang di daerah dengan tantangan logistik tinggi, seperti Mamasa. Selama ini, distribusi beras ke wilayah tersebut dilakukan dari Kabupaten Polewali Mandar dengan biaya logistik yang cukup besar karena kondisi geografis pegunungan.
“Dengan adanya gudang di Mamasa, kita bisa menyediakan buffer stock untuk mengantisipasi kondisi darurat, seperti bencana atau gangguan distribusi,” tambahnya.
Hal serupa juga berlaku untuk wilayah Kepulauan Selayar, khususnya Pulau Jampea yang memiliki potensi produksi padi cukup besar, namun belum optimal terserap akibat keterbatasan akses.
Di sisi lain, Kabupaten Bone menjadi prioritas utama pembangunan gudang karena merupakan salah satu daerah dengan produksi padi terbesar di Sulawesi Selatan. Saat ini, keterbatasan kapasitas gudang membuat sebagian hasil panen harus dikirim ke Makassar untuk disimpan.
“Ke depan, kami ingin agar hasil produksi di Bone bisa disimpan langsung di wilayah tersebut,” ucap Fakhrurozi.
Terkait proses pembangunan, saat ini Bulog pusat tengah menyusun studi kelayakan (feasibility study), sementara di lapangan dilakukan uji kelayakan tanah (soil test) untuk memastikan lokasi dapat menampung gudang dengan kapasitas hingga 1.000 ton.
“Setelah studi kelayakan selesai, akan dilanjutkan ke tahap perencanaan dan tender. Kemungkinan akhir tahun baru masuk tahap pelaksanaan,” jelasnya.
Selain itu, Bulog memastikan bahwa harga beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) tidak mengalami perubahan meskipun terdapat isu kenaikan harga plastik kemasan.
“Harga tebus tetap Rp11.000 dan harga jual maksimal Rp12.500. Tidak ada kenaikan,” tegas Fakhrurozi.
Dengan pembangunan gudang baru ini, Bulog berharap dapat memperkuat ketahanan pangan, menstabilkan harga, serta meningkatkan kesejahteraan petani di Sulawesi Selatan dan wilayah sekitarnya.
Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa telah menyetujui anggaran Rp5 triliun untuk membangun 100 gudang baru. Tujuannya, untuk mendukung produksi beras yang terus meningkat.
Hal tersebut disampaikan Rizal usai menghadiri rapat koordinasi yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan di Kantor Kemenko Pangan, Rabu, 22 April lalu.”Anggaran sudah terdukung oleh Kementerian Keuangan,”
Anggaran Rp5 triliun bakal digunakan untuk membangun gudang dengan teknologi terbaru yang dikembangkan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Teknologi yang membuat beras bertahan disimpan hingga dua tahun.
“Empat bulan yang lalu kami sudah kerjasama dengan BRIN dan teknologi itu nanti akan kita adopsi untuk kita terapkan di gudang yang baru. Teknologi itu bisa mampu memelihara beras di gudang itu hampir mencapai dua tahun tanpa harus adanya fumigasi dan lain sebagainya,” jelasnya. (jun)
Rekomendasi Untukmu



































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5399832/original/035489100_1762014180-20251101BL_Timnas_Futsal_Indonesia_Vs_Australia_5.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4516790/original/057219800_1690459575-Persib_Bandung_-_Iluistrasi_Bojan_Hodak_copy.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5372643/original/016081500_1759748598-1000224761.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429808/original/054554400_1764645012-000_32X43LN.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429809/original/092733700_1764645012-000_32RQ793.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5342854/original/002615400_1757402192-barba.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5145677/original/009587200_1740728790-20250228BL_HTS_Ratu_Tisha_20.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461719/original/099491300_1767433319-WhatsApp_Image_2026-01-03_at_15.59.48__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5156835/original/013396900_1741535243-Foto_coach_PK___JC.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5383986/original/067984300_1760708009-Saddil-Ramdani.jpg)