![]()
Kamis 30 April 2026 07:00 am oleh ronalyw
ist TINJAU--Anggota Komisi B DPRD Kota Makassar bersama Plt Dirut PDAM Kota Makassar, Andi Syahrum Makkuradde turun langsung meninjau jaringan pipa di kawasan Jalan Urip Sumoharjo, Rabu (29/4).
MAKASSAR, BKM – Anggota Komisi B Bidang Ekonomi dan Keuangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar bersama Pelaksana Tugas Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar, Andi Syahrum Makkuradde turun langsung meninjau jaringan pipa di kawasan Jalan Urip Sumoharjo, Rabu (29/4).
Hal itu untuk memastikan langkah konkret percepatan distribusi air bagi warga yang selama ini kesulitan mendapatkan pasokan.
Ketua Komisi B DPRD Makassar, Ismail mengatakan peninjauan lapangan dilakukan sebagai bentuk keseriusan DPRD dalam mengawal kebutuhan dasar masyarakat, sekaligus menindaklanjuti banyaknya keluhan warga terkait buruknya layanan air bersih di kawasan utara kota. Ia menilai masalah ini tidak bisa lagi diselesaikan dengan janji jangka pendek, melainkan membutuhkan langkah teknis yang terukur dan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat.
Lanjut Legislator Fraksi Golkar DPRD Makassar ini menegaskan bahwa kunjungan lapangan ini menjadi bagian dari upaya bersama antara DPRD dan manajemen baru Perumda Air Minum untuk membenahi persoalan klasik yang sudah terlalu lama dibiarkan tanpa penyelesaian maksimal.
“Hari ini kami turun langsung melihat kondisi jaringan pipa di lapangan, karena kami tidak ingin persoalan air di utara kota hanya dibahas di ruang rapat, warga membutuhkan kepastian, bukan sekadar wacana. Kami ingin memastikan di mana titik persoalannya, apakah pada jaringan, distribusi, kapasitas produksi, atau manajemen suplai. Setelah itu kita akan dorong langkah cepat agar masyarakat segera merasakan hasilnya,” ungkapnya.
Ia menegaskan, kebutuhan air bersih merupakan hak dasar masyarakat yang tidak boleh diabaikan. Karena itu, DPRD akan terus mengawal agar pembenahan sistem distribusi dilakukan secara serius dan tepat sasaran. “Kami tidak ingin lagi mendengar cerita warga harus begadang menunggu air mengalir, membeli air tambahan setiap hari, atau hidup dalam ketidakpastian ini menyangkut pelayanan publik. Pemerintah dan perusahaan daerah harus hadir memberi solusi nyata,” lanjutnya.
Di sisi lain, anggota Komisi B DPRD Makassar, Basdir, memberikan peringatan keras kepada pihak ketiga yang selama ini terlibat dalam pengelolaan maupun kerja sama sektor air bersih. Ia meminta seluruh pihak mengutamakan kepentingan masyarakat, bukan semata orientasi bisnis. “Kami ingatkan jangan sampai ada pihak yang hanya memikirkan keuntungan lalu masyarakat dikorbankan sudah terlalu lama warga utara menanggung dampak buruk pelayanan air. Kalau memang diberi tanggung jawab membantu menyelesaikan persoalan ini, maka tunjukkan komitmen dan hasil kerja nyata,” tegasnya.
Legislator PKB DPRD Makassar ini juga menyoroti ketimpangan distribusi air yang menurutnya masih dirasakan masyarakat, di mana sejumlah kawasan memperoleh pasokan cukup besar, sementara wilayah lain justru kesulitan memenuhi kebutuhan dasar. “Jangan sampai ada kesan daerah tertentu menikmati air berlimpah, sementara warga di utara untuk mandi, memasak, dan kebutuhan rumah tangga saja harus susah payah, ini harus dibenahi dengan prinsip keadilan pelayanan,” ujarnya.
Ia memastikan Komisi B DPRD Makassar akan segera memanggil pihak ketiga dalam forum resmi untuk meminta penjelasan serta komitmen keberlanjutan kerja sama. Jika tidak ada kejelasan, DPRD membuka ruang evaluasi menyeluruh. “Kami akan panggil semua pihak terkait bila perlu menghadirkan ahli hukum agar semuanya terang dan jelas. Kalau tidak ada keseriusan menyelesaikan masalah ini, maka kerja sama yang ada harus dievaluasi total kepentingan rakyat harus menjadi prioritas utama,” bebernya.
Sementara itu, Plt Direktur Perumda Air Minum Makassar, Andi Syahrum Makkarudde, menyampaikan bahwa pihaknya saat ini sedang memetakan sejumlah opsi untuk meningkatkan pasokan air ke wilayah utara kota. Menurutnya, kendala utama selama ini terletak pada keterbatasan debit air yang masuk ke jaringan distribusi kawasan tersebut.
‘Kita ingin menyelesaikan masalah ini sampai tuntas jangan lagi masyarakat hanya diberi harapan sesaat, selama ini persoalan terbesar adalah kapasitas air yang disalurkan ke utara belum mencukupi kebutuhan pelanggan. Maka sekarang kami sedang menghitung dan menyiapkan alternatif terbaik agar suplai bisa stabil dan berkelanjutan,” jelasnya.
Ia menyebut salah satu langkah cepat yang akan dilakukan adalah mengoptimalkan sistem pompa dari wilayah Panaikang, sembari mengkaji kemungkinan tambahan sumber air dari beberapa titik lainnya. “Ada beberapa alternatif yang sedang kami pelajari, seperti suplai dari Somba Opu, Moncong Loe, maupun Panaikang. Semua opsi kami buka, tetapi tentu akan dipilih yang paling realistis, paling cepat, dan paling efektif untuk menjawab kebutuhan warga. Waktu kita terbatas, sehingga keputusan harus tepat,” katanya.
Ia menargetkan persoalan distribusi air di wilayah utara bisa mulai terurai dalam beberapa bulan ke depan. “Kami diberi amanah dengan waktu yang tidak panjang karena itu kami bekerja cepat. Insya Allah sebelum lima sampai enam bulan ke depan sudah ada perubahan signifikan yang dirasakan masyarakat,” tuturnya. (ita)
Rekomendasi Untukmu



































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5399832/original/035489100_1762014180-20251101BL_Timnas_Futsal_Indonesia_Vs_Australia_5.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4516790/original/057219800_1690459575-Persib_Bandung_-_Iluistrasi_Bojan_Hodak_copy.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5372643/original/016081500_1759748598-1000224761.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429808/original/054554400_1764645012-000_32X43LN.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429809/original/092733700_1764645012-000_32RQ793.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5342854/original/002615400_1757402192-barba.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5145677/original/009587200_1740728790-20250228BL_HTS_Ratu_Tisha_20.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461719/original/099491300_1767433319-WhatsApp_Image_2026-01-03_at_15.59.48__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5156835/original/013396900_1741535243-Foto_coach_PK___JC.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5383986/original/067984300_1760708009-Saddil-Ramdani.jpg)