DPRD Sulsel Pertanyakan Sampel Core Proyel Multi Years di Hertasning

1 week ago 25

IST EVALUASI--Ketua dan Anggota Komisi D DPRD Sulsel kembali melakukan evaluasi dan pengecekan proyek multi years di Jalan Hertasning, Makassar, Kamis (5/3)

MAKASSAR, BKM–Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Selatan kembali melakukan evaluasi dan pengecekan proyek multi years di Jalan Hertasning, Makassar, Kamis (5/3).
Peninjauan dipimpin Ketua Komisi D DPRD Sulsel HA Kadir Halid bersama anggota Muhammad Sadar, Lukman B Kady dan Abd Rahman.

Kunjungan tersebut difokuskan pada pengujian ketebalan lapisan aspal sepanjang 1,8 kilometer dengan metode core drill di sejumlah titik.
Legislator Nasdem Muhammad Sadar menjelaskan, pengambilan sampel dilakukan untuk memastikan ketebalan pekerjaan di lapangan sesuai dengan spesifikasi.
“Jadi yang pertama Komisi D berkunjung hari ini dalam rangka melakukan evaluasi dan pengecekan di proyek multi years yang ada di Jalan Hertasning. Itu sepanjang 1,8 kilometer kita lakukan core terkait ketebalan di lapangan,” ujarnya.

Dari hasil pengecekan awal di titik pertama, ditemukan ketebalan 3,8 sentimeter. Meski belum mencapai 4 sentimeter, angka tersebut masih dalam batas toleransi.
“Hasilnya tadi pada titik pertama itu 3,8. Itu toleransi. Memang tidak mencapai 4 senti, tapi ada toleransi yang diberikan sebesar 3 mili dan lainnya itu semua memenuhi persyaratan,”jelasnya.
Ia berharap hasil tersebut dapat menjamin kualitas jalan sehingga masyarakat sebagai pengguna dapat menikmati infrastruktur dengan aman dan nyaman.

“Alhamdulillah itulah yang kita harapkan supaya ke depan masyarakat yang pengguna jasa bisa menikmati jalan ini dengan sebaik mungkin,” tambahnya.
Namun demikian, Komisi D belum menyimpulkan hasil akhir. Sampel core akan dibawa ke Laboratorium PU Bina Marga Badoka untuk diuji lebih lanjut, guna memastikan kesesuaian material dengan Job Order dan spesifikasi teknis AC-WC (Asphalt Concrete Wearing Course).

“Hasil core-nya tadi itu kami akan bawa ke lab Badoka PU Bina Marga untuk dilakukan evaluasi apakah benar material ini cocok dengan JOP yang ada, sesuai dengan spesifikasi AC-WC. Kalau itu benar, maka pekerjaan ini layak untuk dilanjutkan,”tegas Sadar.

Selain itu, Komisi D juga berencana melakukan pengecekan terhadap Asphalt Mixing Plant (AMP) milik PT Tritar Mandiri atau Tristar di Kabupaten Gowa.
“Kami akan meng-crosscheck di AMP milik PT Tritar Mandiri atau Tristar yang ada di Gowa, apakah peralatannya layak untuk dipakai atau seperti apa,” katanya.
Sadar menegaskan, keputusan akhir menunggu hasil uji laboratorium. Jika ditemukan ketidaksesuaian, pihaknya tidak segan memanggil rekanan.

“Kalau tidak sesuai dengan yang kita harapkan atau aturan yang ada, tentu kami akan panggil rekanannya untuk membahas apakah proyek ini kita hold dulu atau seperti apa yang akan kita lakukan,”tandasnya.
Sementara itu, Kadir Halid menambahkan bahwa pengujian tidak hanya sebatas ketebalan, tetapi juga kekuatan dan kualitas campuran aspal.

“Untuk memantau ketebalan dan nantinya kita akan bawa lagi ke lab untuk melihat berapa kekuatannya. Jadi kualitasnya nanti kita ukur melalui laboratorium,”ujar legislator Golkar ini.
Ia menyebut pengujian bisa dilakukan di laboratorium pemerintah maupun swasta, seperti di Baddoka atau Sucofindo.
“Mungkin di laboratorium Baddoka, kita akan ukur. Dari hasil penelitian itu baru kita nanti ketemu lagi dengan kontraktornya dan dinas untuk membicarakan bahwa inilah kualitas yang Anda kerjakan selama ini,”jelasnya.

Menurutnya, dari empat titik sampel yang diambil, terdapat variasi ketebalan.
“Tadi ada yang tebal, ada yang kurang tebal. Ada di bawah empat, ada di atas empat. Empat titik diambil sampel,”pungkasnya.
Sebelumnya, Anggota Komisi D DPRD Sulsel mengunjungi Masjid 99 Kubah yang meraih predikat sebagai ikon kemegahan Sulsel.
Anggota Komisi D DPRD Sulsel menemukan kondisi rumah ibadah tersebut yang kini dikepung kebocoran parah di berbagai titik.

Terlihat jelas di lantai utama hingga lantai dua masjid didapati puluhan baskom dan ember bertebaran untuk menampung kucuran air hujan.
Anggota DPRD Sulsel Lukman B Kady menyebut Masjid 99 Kubah ini sebagai “Masjid 99 Baskom”. Lantaran terjadi kebocoran di mana-mana. “Ini ada berapa baskom dan ember, kalau order lagi kasih cukup 99 sekalian,”sindir Lukman B Kady kepada sejumlah marbot, pihak dinas, kontraktor dan konsultan pengerjaan perbaikan Masjid 99 Kubah tersebut
Sebelumnya, Ketua Komisi D DPRD Sulsel, Kadir Halid juga bersuara lantaran pihaknya telah menggelontorkan Rp4,5 miliar untuk mengatasi kebocoran di Masjid tersebut, namun justru bertambah banyak. (rif)

Read Entire Article
Info Buruh | Perkotaan | | |