![]()
Pemkab Gowa Buka Ruang Masukan dari SKPD dan Masyarakat
Kamis 26 Februari 2026 07:00 am oleh ronalyw
BKM/SAR TANDA TANGAN -- Bupati Gowa, Husniah Talenrang, membubuhkan tanda tangan pada berita acara pelaksanaan Musrenbang Tematik Kemiskinan dan Stunting bersama para perwakilan SKPD dan Camat di Gowa.
GOWA, BKM — Pemerintah Kabupaten Gowa terus berkomitmen mengentaskan kemiskinan serta menurunkan angka stunting. Dalam upaya tersebut, Pemkab Gowa pun menggelar Musrenbang (musyawarah perencanaan pembangunan) untuk menyatukan visi dan misi dalam mengentaskan dua permasalahan penting tersebut.
Digelar di Baruga Tinggimae kompleks rumah jabatan bupati Gowa pada Rabu pagi (23/2), pelaksana Musrenbang Tematik Kemiskinan dan Stunting 2027 ini menghadirkan pakar sekaligus guru besar ekonomi dan perencanaan pembangunan dari Unhas yakni Prof Agussalim serta Sofyan Daud selaku Sekretaris Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Gowa selaku narasumber dalam Musrenbang Tematik ini.
Di hadapan para pimpinan SKPD dan Camat lingkup Pemkab Gowa serta stakeholder berbagai unsur masyarakat, Bupati Gowa Husniah Talenrang mengatakan kemiskinan dan stunting adalah dua hal penting yang saat ini fokus diurusi oleh pemerintah daerah.
Dua hal ini menjadi saling terkait dan pengentasannya pun saling menopang. Dikatakan Husniah, agar stunting hilang maka masyarakat harus keluar dari zona kemiskinan. Sebab banyak faktor yang saling berkaitan didalamnya. Stunting tidak akan terjadi jika masyarakat tidak mengalami kemiskinan.
Karena itu, kata Husniah, patutlah masyarakat yang tergolong miskin harus diubah mindset berpikirnya agar mau keluar dari zona kemiskinan itu sendiri.
”Pada 100 hari awal pemerintahan saya bersama Wabup Gowa, saya punya target menurunkan angka kemiskinan ekstrem dari 1.108 jiwa untuk keluar dari zona kemiskinan ekstrem tersebut. Waktu itu, kita berhasil mengklasifikasikan menjadi lebih kecil yakni 335 keluarga miskin. Jadi kita tidak hitung secara jiwa, tapi keluarga. Dan semua ini diselesaikan secara kolaborasi dengan membentuk orang tua asuh dengan tugas melakukan intervensi langsung terhadap keluarga miskin agar keluar dari zona kemiskinan ekstrem itu, ” jelas Husniah.
Dipaparkan, dari pola kolaborasi dan sistem orang tua asuh yang dilakukannya, maka ditarik satu kesimpulan bahwa ternyata kemiskinan itu identik dengan kemalasan.
”Saya coba susuri dan timbul pertanyaan bagi saya bahwa maukah mereka keluar dari kemiskinan itu. Karena saya melihat, kemiskinan itu identik dengan kemalasan. Dan itu nyata di lapangan, ada kesan tidak serius mau berusaha. Karenanya pemerintah mulai melakukan referensi memetakan bahwa kemiskinan itu ada dua pilihan apakah kutukan atau buatan manusia. Karena itu pula kita mencoba untuk menyelesaikan, apakah bisa diselesaikan minimal angka kemiskinan itu turun. Dan Alhamdulillah angka kemiskinan di Gowa bisa turun dari 6,68 persen (2024) kini menjadi 6,64 persen (2025). Ada penurunan 0,22 persen. Kita terus lakukan upaya itu, hanya saja kemampuan anggaran kita masih terbatas,” kata bupati Gowa.
Selama ini dalam upaya pengentadan kemiskinan, Pemkab Gowa memberikan imun penguatan kemandirian dengan memberikan bibit itik, ayam hingga ikan kepada warga miskin ekstrem.
Alasan pemerintah simple, kata Husniah. Pemberian bibit unggas dan ikan juga bibit tanaman pangan dan palawija dilakukan agar para warga miskin ekstrem ini mampu bangkit dan bisa berusaga untuk keluar dari kemiskinannya. Hanya saja kata Husniah, upaya itu tetap ada kendala.
”Ternyata persoalannya pada kemalasan dan itu yang jadi dasar. Sehingga semuanya berimbas ke berbagai sektor seperti pendidikan dan SDM (sumber daya manusia). Namun meski demikian, kita terus berupaya mengentaskan kemiskinan tentunya dengan berbagai strategi. Tahun ini bertambah lagi kemiskinan ekstrem menjadi 1.015 KME (keluarga miskin ekstrem) inilah yang kita fokus kejar target turunkan persentase. Sementara untuk stunting di Gowa tahun ini kita (Gowa) capaiannya paling baik di Sulsel yakni di angka 17 persen dari target nasional 14 persen. Semoga ada masukan real lewat forum ini sehingga KME bisa dientaskan seoptimal mungkin,” tandas bupati Gowa.
Diakui Husniah, pemerintah sudah melakukan beberapa hal, namun memang perlu ada beberapa kajian yang lebih mendalam dan pembagian tugas lebih spesifik, karena persoalan kemiskinan itu memang menjadi persoalan utama di semua kabupaten kota bukan hanya di Kabupaten Gowa.
”Kemiskinan itu berpengaruh terhadap tingkat kecerdasan sumber daya manusia, kemiskinan berpengaruh terhadap tingkat kesehatan stunting apalagi hal ini yang menjadi tolak ukur di Sulawesi Selatan bahkan menjadi program dari bapak Presiden RI. Sebagai poinnya, kemiskinan harus kita atasi bersama. Kita selesaikan bukan berarti kita nol-kan. Sebab persoalan kemiskinan, ada pada persoalan mau tidak masyarakat kita berubah? Minimal kita sudah mengarahkan mereka untuk tidak nyaman dengan zona kemiskinannya dengan mau bekerja dan lain sebagainya. Mereka tidak boleh malas, kalau mereka malas berarti mereka memang nyaman dengan zona miskin,” kata Husniah.
Terpisah Kepala Bappeda Gowa, Sujjadan sekaligus ketua panitia pelaksana Musrenbang Tematik Kemiskinan dan Stunting 2026 menjelaskan Musrenbang tematik yang mengusung tema ‘Bebaskan Keluarga dari Kemiskinan, Selamatkan Generasi dari Stunting’ menjadi bagian dari tahapan penyusunan rencana kerja tahun anggaran 2027.
”Musrenbang ini dilakukan untuk memastikan isu kemiskinan dan stunting serta ditindaklanjuti melalui program yang tepat dan terukur. Semua ini dilakukan dalam rangka percepatan pengurangan kemiskinan dan penurunan stunting di Gowa dengan berbasis data. Pada Musrenbang ini juga, kita menetapkan program prioritas yang tepat sasaran untuk pengurangan kemiskinan dan penurunan stunting tersebut,” jelas Sujjadan.
Dikatakan, pada tema yang diangkat memiliki landasan bahwa kemiskinan dan stunting tidak bisa dipisahkan.
”Upaya pemerintah daerah adalah mengentaskan kemiskinan untuk mencegah stunting pada generasi tentunya harus dengan perbaikan ekonomi keluarga miskin. Tahun 2025 kemarin dalam musrenbang kemiskinan dan stunting ini ada 10 buah usulan atau masukan yang kami tampung. Dari 10 usulan, delapan terakomodir dan dua belum diakomodir karena adanya efisiensi anggaran. Dan untuk kali ini kami buka ruang usulan dari para stakeholder dan masyarakat. Usulan ini kami buka hingga jelang pelaksanaan Musrenbang tingkat kabupaten. Disana nanti kita akan pilah usulan mana yang prioritas untuk diakomodir,” papar Sujjadan kepada media ini. (sar)
Rekomendasi Untukmu



































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5315669/original/036979300_1755166331-20250808AA_BRI_Super_League_Persebaya_Surabaya_Vs_PSIM_Yogyakarta__5_of_75_.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5392250/original/080775500_1761411007-InShot_20251025_234741533.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5144183/original/026949400_1740573054-20250226AA_PSIM_Yogyakarta_vs_Bhayangkara_FC-19.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5307153/original/098770300_1754459746-1000192530.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5311465/original/049606900_1754884729-ciro.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371309/original/097536600_1759646645-peter.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5405336/original/061289300_1762440742-572131650_18535400431006712_4651309828750451428_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5406850/original/000591700_1762613614-WhatsApp_Image_2025-11-06_at_13.53.00.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5377618/original/064730800_1760124644-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5406000/original/064856300_1762507540-Arema_FC_vs_Persija_Jakarta.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5403485/original/072797900_1762328490-572646150_18527069410028443_2263908646431501846_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5390103/original/004877800_1761227059-adam.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5405414/original/096964600_1762479709-Red_Star_Belgrade_vs_Lille-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5405312/original/059386900_1762438221-574304230_18541908433014746_929382813160626846_n.jpg)