![]()
Senin 20 April 2026 07:00 am oleh ronalyw
int Sila Haholongan Palungan
MAKASSAR, BKM–Kelanjutan penanganan sejumlah kasus dugaan korupsi di Kejaksaan Tinggi Sulsel diharapkan terus dimaksimalkan untuk didorong sampai ke pengadilan. Dua kasus besar tersebut menunggu babak baru setelah Sila Haholongan Palungan didapuk menggantikan Didik Farkhan Alisyahdi sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Sulsel yang baru.Sila diharapkan lebih tegas lagi dalam menuntaskan sejumlah kasus tersebut termasuk menetapkan tersangka lainnya.
Ada sejumlah kasus yang masih bergulir di Kejati Sulsel, yakni dugaan korupsi paket pengadaan media pembelajaran Smart Board Pineri For Digital Learning Media Interaktif Flat 75 tahun 2024, kasus Bibit Nanas Dinas TPHBun Sulsel, kasus dugaan korupsi reklamasi dan penimbunan laut di kawasan Metro Tanjung Bunga, kasus Bendungan Pamukkulu dan Jenelata, kasus dugaan korupsi Pasar Lassang serta penyelidikan Jaringan Air Minum.
Aktivis antikorupsi Djusman AR juga Koordinator Forum Komunikasi Lintas (FoKaL) NGO Sulawesi serta Koordinator Badan Pekerja Komite Masyarakat Anti Korupsi (KMAK) Sulselbar berharap kepemimpinan kajati yang baru dapat menunjukkan kinerja yang lebih baik, terutama dalam melanjutkan penanganan berbagai kasus korupsi yang tengah berjalan.
Ia menegaskan, publik saat ini mencatat sejumlah kasus korupsi yang masih berproses di Kejati Sulsel.“Pergantian pimpinan tidak boleh menjadi alasan terhambatnya proses hukum. Kasus-kasus tersebut harus tetap berjalan, jangan sampai tersendat apalagi mangkrak,” tegasnya.
Djusman menambahkan, pihaknya akan terus melakukan pemantauan terhadap kinerja Kajati Sulsel yang baru. Ia menekankan bahwa Sulawesi Selatan membutuhkan sosok pemimpin yang bekerja nyata, bukan sekadar pandai beretorika.
Begitupun yang disampaikan Direktur Lembaga Pemantau Kinerja Pemerintah (LPKP) Sulawesi Selatan, Erman Rani.Ia mendesak pimpinan baru agar berani melanjutkan dan menuntaskan kasus besar yang tengah bergulir.
“Untuk Kejati Sulsel yang baru ini, kami minta melanjutkan penanganan dua kasus besar ini, yaitu kasus reklamasi Tanjung Bunga dan kasus korupsi pengadaan bibit nanas. Jangan sampai pergantian ini membuat penanganannya jalan di tempat,” ujarnya kepada BKM saat dihubungi Minggu, (19/4).
Ia juga mendorong percepatan proses hukum agar perkara tersebut segera dilimpahkan ke pengadilan, sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat.
“Kami meminta agar prosesnya dipercepat, bagaimana kasus ini bisa segera masuk ke pengadilan, dengan penetapan tersangka yang jelas dan pembuktian yang kuat agar bisa dipidanakan,” tegasnya.
Erman turut menyoroti pentingnya pemeriksaan menyeluruh terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat, termasuk unsur legislatif. Menurutnya, dalam proyek pengadaan seperti bibit nanas, sangat mungkin terdapat keterkaitan dengan proses penganggaran di DPRD.
“Kalau terjadi penyelewengan, tentu mereka yang terlibat memahami prosesnya. Karena itu Kejati harus memeriksa secara ketat eks Ketua DPRD dan anggotanya. Tidak mungkin kasus korupsi terjadi tanpa komunikasi, apalagi ini berkaitan dengan ranah DPRD,” katanya.
Lebih lanjut, ia menilai masih ada aktor utama yang belum tersentuh dalam penanganan kasus tersebut. Oleh karena itu, Kejati Sulsel diminta bertindak tegas tanpa pandang bulu.
“Aktor utama sepertinya belum ditahan. Untuk itu kami meminta Kejati Sulsel yang baru, siapa pun di belakangnya, harus diproses hukum. Tidak boleh ada tebang pilih,” tegasnya.
Di sisi lain, ia juga memberikan apresiasi terhadap kinerja pimpinan Kejati Sulsel sebelumnya, Didik Farkhan Alisyahdi, yang dinilai berani mengusut kasus besar hingga ke tahap penyidikan dan penetapan tersangka.
“Kinerja Kejati Sulsel sebelumnya sangat bagus, karena kasus besar bisa dinaikkan ke tahap penyidikan, bahkan menetapkan tersangka seorang penjabat gubernur, dan itu tidak mudah. Kami apresiasi karena beliau berani dan tidak pandang bulu,” ujarnya.
Ia berharap pimpinan Kejati Sulsel yang baru dapat melanjutkan kinerja tersebut dengan keberanian yang sama dalam mengungkap kasus-kasus besar di Sulawesi Selatan.
“Harapannya, Kejati Sulsel yang baru juga tidak takut untuk membuka dan menuntaskan kasus-kasus besar, demi penegakan hukum yang adil dan transparan,” pungkasnya.(jar)
Rekomendasi Untukmu


































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5399832/original/035489100_1762014180-20251101BL_Timnas_Futsal_Indonesia_Vs_Australia_5.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5452821/original/063692700_1766459920-wasit_jepang.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4516790/original/057219800_1690459575-Persib_Bandung_-_Iluistrasi_Bojan_Hodak_copy.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5372643/original/016081500_1759748598-1000224761.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5452686/original/039779500_1766422878-IMG_20251222_134249.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429812/original/007481000_1764645014-063_1259142689.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5394935/original/023052600_1761644458-20251028BL_Pameran_Foto_Media_Cup_2025_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429808/original/054554400_1764645012-000_32X43LN.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5457387/original/034194000_1766999273-1000741676.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/792768/original/038925300_1420803645-000_DV1560744.jpg)