Kenaikan Harga, Warga Diminta Bijak Gunakan BBM

11 hours ago 10

BeritaKotaMakassar > Metro

Senin 20 April 2026 07:00 am oleh

Kenaikan Harga, Warga Diminta Bijak Gunakan BBM

MAKASSAR, BKM — Harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang dipasarkan Pertamina resmi mengalami kenaikan.
Penyesuaian ini menandai perubahan setelah sebelumnya harga BBM pada awal April tidak mengalami kenaikan dibandingkan bulan Maret 2026.
Kenaikan tersebut terutama terjadi pada sejumlah produk BBM nonsubsidi, yakni Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite.
Sementara itu, harga BBM jenis lain seperti Pertamax dan Pertalite masih tetap.

Mengacu pada laman resmi aplikasi MyPertamina, harga Pertamax Turbo di Sulsel kini berada di angka Rp19.850 per liter, naik signifikan dari sebelumnya Rp13.350 per liter.
Sementara Pertamina Dex kini dibanderol Rp24.450 per liter dari sebelumnya Rp14.800, dan Dexlite naik menjadi Rp24.150 per liter dari Rp14.500.
Adapun untuk BBM lainnya, harga Pertamax tetap di angka Rp12.600 per liter, Pertalite Rp10.000 per liter, dan Solar subsidi (Bio Solar) masih berada di Rp6.800 per liter.
Kenaikan harga ini menjadi perhatian masyarakat, mengingat selisih harga yang cukup signifikan dibandingkan tarif sebelumnya.

Meski demikian, pihak Pertamina memastikan bahwa kondisi ini tidak akan memicu kepanikan di tengah masyarakat.
Sales Area Manager Retail Sulselbar Pertamina, Rainier Axel Siegfried Parlindungan Gultom, mengatakan bahwa secara umum konsumsi BBM nonsubsidi jenis tertentu di Sulawesi Selatan masih relatif kecil.

“Kalau kita lihat untuk Pertamax Turbo itu tingkat konsumsinya di Sulawesi Selatan masih sangat kecil, bahkan belum sampai 1 persen,” ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (19/4).
Hal serupa juga terjadi pada BBM jenis diesel nonsubsidi, yakni Pertamina Dex dan Dexlite.
Menurutnya, kontribusi konsumsi kedua jenis BBM tersebut juga masih terbatas.

“Untuk Pertamina Dex dan Dexlite itu juga hanya sekitar 3 persen. Jadi secara keseluruhan, porsinya masih sangat kecil dibandingkan BBM lainnya,” jelasnya.
Dengan komposisi konsumsi yang relatif rendah tersebut, Rainier menilai kenaikan harga BBM nonsubsidi tidak akan berdampak signifikan terhadap perilaku pembelian masyarakat secara umum.
“Seharusnya ini tidak menyebabkan panic buying. Karena memang segmen pengguna BBM ini juga terbatas,” katanya.
Kenaikan harga BBM nonsubsidi sendiri umumnya dipengaruhi oleh sejumlah faktor, termasuk fluktuasi harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah.
Penyesuaian harga ini juga menjadi bagian dari mekanisme yang mengikuti kondisi pasar global.

Di Sulawesi Selatan, mayoritas masyarakat masih menggunakan BBM jenis Pertalite dan Pertamax yang harganya tidak mengalami perubahan pada periode ini.
Hal ini turut menjadi faktor yang meredam potensi lonjakan permintaan akibat perubahan harga pada BBM nonsubsidi tertentu.
Meski demikian, masyarakat tetap diimbau untuk bijak dalam mengonsumsi BBM serta menyesuaikan dengan kebutuhan kendaraan masing-masing.
Penggunaan BBM dengan spesifikasi yang tepat dinilai lebih penting dibanding sekadar mempertimbangkan harga.

Di sisi lain, transparansi informasi harga melalui platform digital seperti MyPertamina juga dinilai membantu masyarakat dalam mengakses informasi terbaru secara cepat dan akurat.
Dengan adanya penyesuaian harga ini, Pertamina berharap masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang belum tentu benar, termasuk potensi isu kelangkaan atau lonjakan harga lanjutan.

Kenaikan harga BBM nonsubsidi memang menjadi dinamika yang tidak terpisahkan dari kondisi energi global. Namun dengan proporsi konsumsi yang masih terbatas di Sulsel, dampaknya diperkirakan tidak akan terlalu signifikan terhadap aktivitas masyarakat secara luas. (jun)






Rekomendasi Untukmu


Epaper Berita Kota Makassar

Read Entire Article
Info Buruh | Perkotaan | | |