Syahar Imbau THR Dibelanjakan di Daerah Sendiri

6 hours ago 7

BeritaKotaMakassar > Sulselbar

Jumat 13 Maret 2026 07:00 am oleh

IST
PANEN PADI--Bupati Sidrap H Syaharuddin Alrif melanjutkan panen musim tanam I di Lingkungan II Walatedong, Kelurahan Sidenreng, Kecamatan Watang Sidenreng

IST PANEN PADI--Bupati Sidrap H Syaharuddin Alrif melanjutkan panen musim tanam I di Lingkungan II Walatedong, Kelurahan Sidenreng, Kecamatan Watang Sidenreng

SIDRAP, BKM–Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kabupaten Sidrap telah dicairkan, Kamis (12/3).
Olehnya itu, politisi Nasdem selaku Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif mengimbau seluruh ASN agar membelanjakan dana THR tersebut di dalam daerah guna memperkuat perputaran ekonomi lokal.

Simbolis pencairan dilakukan di Kantor Bank Sulselbar, Kelurahan Pangkajene, yang turut dihadiri oleh Sekda Sidrap Andi Rahmat Saleh, Kepala Cabang Bank Sulselbar Andi Risna Wardani, serta jajaran kepala OPD terkait.
Syahar-panggilan akrab Bupati Syaharuddin menegaskan, perputaran dana THR yang mencapai hampir Rp30 miliar tersebut merupakan instrumen penting untuk memacu pertumbuhan ekonomi masyarakat. Ia meminta agar uang tersebut tidak mengalir ke kabupaten lain, melainkan tetap berputar di pasar-pasar dan pelaku usaha di wilayah Sidrap.

“Saya berpesan kepada semua pegawai dan kepala OPD, untuk tahun ini wajib belanjanya di Kabupaten Sidrap, tidak boleh belanja di kabupaten lain. Jika uang Rp30 miliar ini berdampak di masyarakat kita, maka pertumbuhan ekonomi pasti akan meningkat signifikan,”pinta Syahar.
Ia juga meminta agar momentum ini dimaksimalkan untuk menjaga tren positif ekonomi daerah. “Mari kita maksimalkan ini, mengingat pada tahun 2025 kita telah berhasil meraih predikat juara satu pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Selatan,” lanjutnya.

Menutup sambutannya, Ketua DPW Nasdem Sulsel ini menyampaikan ucapan selamat kepada para ASN. “Selamat atas cairnya THR ini, semoga berkah. Terakhir, jangan lupa tunaikan zakat dan sedekah, serta tetap perhatikan keluarga serta kerabat di sekitar kita,” pungkasnya. (rif)

Pimpin Dua Panen Padi dalam Sehari

SEHARI Sebelumnya, Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif memimpin panen padi di dua lokasi berbeda dalam sehari.
Rampung di lokasi Brigade Pangan Makkorong, Desa Lasiwala, Kecamatan Pitu Riawa, Syahar-panggilan akrab Syaharuddin Alrif melanjutkan panen musim tanam I di Lingkungan II Walatedong, Kelurahan Sidenreng, Kecamatan Watang Sidenreng.
Panen di Walatedong tersebut merupakan panen perdana yang dilaksanakan dalam rangka mendukung swasembada pangan nasional.
Turut hadir Asisten Ekonomi dan Pembangunan Patahangi Nurdin, Kepala Dinas PSDA Andi Safari Renata, Camat Watang Sidenreng, Andi Saipullah Tenri Tatta, Kabid Tanaman Pangan Arif Gunawan Sukardin, serta Kabid Penyuluhan Muhammad Zainal bersama jajaran.

Hadir pula kepala desa dan lurah se-Kecamatan Watang Sidenreng, Kepala Puskesmas Empagae, para kepala sekolah, tokoh masyarakat setempat, para penyuluh pertanian Kecamatan Watang Sidenreng dan Maritengngae, serta undangan lainnya.
Syahar menyampaikan, dalam satu tahun masa kepemimpinannya sejumlah program yang dijanjikan mulai direalisasikan, seperti layanan BPJS, pembangunan pustu, serta kelancaran distribusi pupuk.
Namun menurutnya, fokus utama pemerintah saat ini adalah meningkatkan pendapatan masyarakat.

Ia mencontohkan pada 2024 harga gabah berada di kisaran Rp4.800 per kilogram dengan hasil sekitar 5 ton per hektare atau sekitar Rp23 juta per hektare.
“Setelah kita bekerja, sekarang perbandingan 7,3 ton dikali harga Rp7.300 sama dengan sekitar Rp53 juta. Naiknya sekitar Rp20 juta per hektare,”ujarnya.
Syahar juga menargetkan produksi padi di Walatedong dapat meningkat hingga 10 ton per hektare.

“Saya ingin mantapkan Walatedong, harus naik 10 ton per hektare. Ini target saya, dan saya yakin kita bisa mencapainya. Dengan kerja keras dan kesungguhan, kita dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sidrap,”katanya.
Mantan Wakil Ketua I DPRD Sulsel ini juga menyampaikan rencana pemberian bantuan ternak itik kepada warga Walatedong sebagai tambahan sumber penghasilan. “Kalau itik insya Allah saya kasih 50 sampai 100 ekor per rumah,”ujarnya.
Selain itu, ia mengingatkan warga agar menjaga kebersihan lingkungan sekitar rumah, memanfaatkan penerangan jalan yang telah tersedia, serta terus menjaga kekompakan dan persatuan masyarakat. (rif)






Rekomendasi Untukmu


Epaper Berita Kota Makassar

Read Entire Article
Info Buruh | Perkotaan | | |